The Sanctuary of Truth, Mengingatkan Manusia Kembali pada Esensi Hidup

Manusia dilahirkan dari tujuh elemen yaitu surga, neraka, ibu, bapak, bulan, matahari dan bintang-begitulah The Sanctuary of Truth ingin mengingatkan manusia kembali pada esensi hidup.  Kuil ini dibangun pada 1981 oleh mendiang pengusaha Lek dan Prapai Viriyahbhun yang juga membuat the Ancient City dan the Erawan Museum.  Saat ini, usahanya untuk membangun melestarikan budaya dan peninggalan sejarah ini diteruskan oleh keluarga Viriyahbhun.

The Sanctuary of Truth ini terletak di Pattaya, Provinsi Chon Buri, Thailand dan merupakan tujuan wisata paling menarik di kota ini.  Bagaimana tidak, candi yang masih terus dibangun dan diharapkan selesai pada 2050 ini terbuat seluruhnya dari kayu yang diukir dengan tinggi 105 meter.  Tidak ada sama sekali metal dalam bangunan ini, bahkan paku sekalipun.

Baca juga : Jelajahi Sisi Lain dari Kota Pattaya

Pengunjung yang datang diberi perlindungan helm karena The Sanctuary of Truth masih terus dibangun sampai selesai pada 2050
Pengunjung yang datang diberi perlindungan helm karena The Sanctuary of Truth masih terus dibangun sampai selesai pada 2050 (bungakrisan)

Kuil ini dikerjakan detail oleh para pemahat di Thailand yang merefleksikan arsitektur kontemporer pada masa Rattanakosin.  Periode Rattanakosin adalah masa kerajaan yang dibangun oleh Raja Buddha Yodfa Chulaloke atau Rama I yang menjadi turunan dari Kerajaan Thailand saat ini.  Gaya dari bangunan ini adalah arsitektur Khmer yang menggunakan ukiran kayu.  The Sanctuary of Truth memiliki empat gapura merefleksikan agama Budha dan Hindu serta mitologi Kamboja, Cina, India dan Thailand.  Pesan yang ingin disampaikan adalah manusia hidup dalam harmoni meski adanya keberagaman agama dan budaya.

Ukiran yang dikerjakan dengan sangat detail oleh pemahat di Thailand (bungakrisan)
Ukiran yang dikerjakan dengan sangat detail oleh pemahat di Thailand (bungakrisan)
Empat gapura yang melambangkan harmoni agama dan budaya (bungakrisan)
Empat gapura yang melambangkan harmoni agama dan budaya (bungakrisan)
Candi ini terletak di pinggir pantai yang memberikan keindahan sunset dan sunrise (bungakrisan)
Kuil ini terletak di pinggir pantai yang memberikan keindahan sunset dan sunrise (bungakrisan)

Tujuan dari dekorasi kayu ini adalah untuk mengggunakan seni dan budaya sebagai refleksi dari pandangan kuno tentang bumi, pengetahuan kuno dan filosofi timur.  Dengan bangunan yang dipahat ini, manusia diharapkan akan mengerti kehidupan kuno, tanggung jawab manusia, pemikiran dasar, siklus hidup, hubungan kehidupan dengan alam semesta dan tujuan hidup yang sama terhadap Utopia.

Kuil ini jelmaan dari kebaikan agama, filosofi dan seni yang ingin mengingkatkan manusia bahwa ada kehidupan setelah dunia ini.  Sejak Perang Dingin sampai dengan saat ini, manusia dipercaya telah terinfiltrasi oleh peradaban barat dimana materialisme dan teknologi maju menjadi “Tuhannya”.  Manusia telah tercerabut dari nilai-nilai moralitas dan spiritualitas kuno karena mengedepankan ego individu melalui keserakahan perang dan kepentingan ekonomi serta politik.

Harmoni kehidupan dipahat dengan teliti dalam setiap sudutnya (bungakrisan)
Harmoni kehidupan dipahat dengan teliti dalam setiap sudutnya (bungakrisan)

Bangunan ini terdiri atas empat bagian, dimana yang pertama adalah The Origin yang menggambarkan simbol alam semesta dengan bumi. Bumi terdiri dari empat elemen dasar, yaitu Bumi, Air, Angin dan Api.  Bangunan kedua adalah Matahari, Bulan dan Bintang yang menciptakan cara hidup.  Matahari menyebabkan siang dan malam hari, bulan menyebabkan pasang surut dan bintang mempengaruhi seluruh keadaan alam.  Bangunan ketiga adalah kecintaan orang tua yang menciptakan ketenangan.  Sedangkan bangunan keempat adalah dukungan dunia yaitu kebaikan, cinta, pengorbanan dan berbagi.

Bangunan pertama(bungakrisan)
Bangunan pertama, simbol empat elemen penting kehidupan (bungakrisan)
Bangunan keempat yaitu pusat dari candi yang juga digunakan untuk berdoa (bungakrisan)
Bangunan keempat yaitu pusat dari candi yang juga digunakan untuk berdoa (bungakrisan)
Bangunan yang menggambarkan kecintaan orang tua (bungakrisan)
Bangunan yang menggambarkan kecintaan orang tua.  Di bangunan ini juga dipasang foto pendiri dari The Sanctuary of Truth (bungakrisan)

Di atap kuil, empat simbol kehidupan menggambarkan tahapan manusia untuk menjadi sejatinya, dipahat disana:

Sebuah patung kayu Deva memegang banyak bunga, mewakili pendirian agama sebagai pilar dunia

Sebuah patung kayu memegang anak dan orang tua, mewakili bagaimana manusia bisa dilahirkan di dunia

Sebuah patung kayu, memegang buku, mewakili “Kelanjutan filosofi kekal”

Sebuah patung kayu dengan merpati bertengger di tangannya melambangkan perdamaian

Di atas puncaknya, adalah Kalaki yang ujungnya adalah seekor kuda, melambangkan Phra Sri Ariyametrai Phra Sir Ariyametahi, yaitu Bodhisattva terakhir untuk mencapai pencerahan di dunia dan lengkap untuk menjadi Budha.

Empat elemen untuk mencapai Budha digambarkan di atap Candi (bungakrisan)
Empat elemen untuk mencapai Budha digambarkan di atap Candi (bungakrisan)
(bungakrisan)
(bungakrisan)
(bungakrisan)
(bungakrisan)

The Sanctuary of Truth ini adalah Perlindungan Kebenaran yang mengingatkan kita untuk menjadi manusia seutuhnya.  Pahatan-pahatan di dinding-dindingnya menceritakan proses kehidupan manusia:

  1. Tujuh elemen yang membuat manusia ada dan empat esensi manusia dapat dicapai ketika kita sudah melewati perang antara baik dan jahat di medan perang.  Gambaran ini diceritakan dalam Mahabharata dan Ramayana dimana manusia dapat memenangi pertempuran jika dapat melawan hawa nafsunya.
  2. Sebuah episode Turaga mengalahkan Mahingsa yang melambangkan kebijaksanaan melawan ketidakpedulian. Orang tua sebagai salah satu elemen yang melahirkan kita memperlihatkan cintanya yang suci, yang memberi tanpa meminta, yang seperti air mengalir dalam arus yang jernih.  Kebaikan orang tua yang lebih besar dari awan dan laut.
  3. Pahatan Dewa Krisna yang merupakan reinkarnasi ke 8 dari Dewa Wisnu.  Krisna dan sapinya Vardhana. Krisna berdiri di atas kepala Naga,Krisna dan gembala sapi dan Krisna di ayunan bersama Radha.  Krisna berperang bersama Pandhawa, mewakili baik melawan jahat serta menerima siklus kehidupan, yaitu kelahiran dan kematian.  Filosofi ini yang menjadi prinsip Wisnu, atau Bhagavatgita, salah satu ajaran tertulis Hindhu.
  4. Pahatan Dewa Planet, mewakili orbit matahari yang mempengaruhi perjalanan hidup seluruh manusia.  Menurut keyakinan lama, matahari merupakan kehormatan dan status sosial. Bulan mewakili kehormatan dan status sosial. Mars merupakan keberanian. Merkuri adalah kelembutan.  Yupiter berarti kebijaksanaan. Venus merupakan kekayaan dan Saturnus adalah ketidakbahagiaan dan penderitaan.
  5. Pahatan kayu mahluk gaib Cina, termasuk Bodhisvita, seperti yang terlihat oleh Mahayan Buddhisme, adalah salah satu dari cabang Budhisme.  Inilah yang dipercaya sebagai kendaraan besar yang akan membawa manusia di seluruh siklus kelahiran dan kematian.  Bodhisatava adalah orang yang akan tercerahkan dan menjadi Budha tetapi menolak untuk mencapai nirwana karena ingin menyelamatkan manusia dari penderitaan pertama.  Walaupun manusia dilahirkan dalam keadaan berbeda, jika melakukan perbuatan baik dan hidup dengan baik, maka ia dapat terlepas dari karma.
  6.  Ukiran yang menunjukkan bahwa dunia terdiri dari Mahabhutas atau empat unsur yaitu:  bumi, air, angina dan api.
  7. Ukiran yang mengindikasikan bahwa manusia hanyalah debu dan pada akhirnya menjadi satu dengan alam semesta.
Setiap sisinya yang detail dengan ukiran yang halus dan cantik (bungakrisan)
Setiap sisinya yang detail dengan ukiran yang halus dan cantik (bungakrisan)
Dipersembahkan juga doa untuk mendiang Raja Bhumibol (bungakrisan)
Dipersembahkan juga doa untuk mendiang Raja Bhumibol (bungakrisan)
(bungakrisan)
Terlihat langsung para pemahat mengukir kayu-kayu candi(bungakrisan)
(bungakrisan)
Bahkan atapnya diukir dengan sangat detil (bungakrisan)
(bungakrisan)
Tali disana sini karena kuil ini masih terus dibangun dan diperkirakan selesai 2050 (bungakrisan)
(bungakrisan)
Simbol-simbol perempuan juga banyak dikerjakan oleh pemahat perempuan (bungakrisan)
(bungakrisan)
Simbol perempuan memegang teratai (bungakrisan)
(bungakrisan)
Ukiran perempuan yang artistik, perpaduan budha dan hindu (bungakrisan)
(bungakrisan)
Pengunjung tak berhenti berdecak mengagumi setiap sudutnya (bungakrisan)
(bungakrisan)
Ruang utama/ bangunan keempat) (bungakrisan)
(bungakrisan)
Ruang-ruang kuil yang terbuka dan membiarkan sinar matahari masuk menyinari kayu-kayunya (bungakrisan)
(bungakrisan)
Simbol-simbol kebudayaan timur kuno (bungakrisan)

Kita dapat melihat The Sanctuary of Truth dari danau atau pantai dengan menyewa kapal.  Di sekitar candi juga terdapat beberapa hiburan seperti penampilan penari tradisional Thailand atau juga menikmati makanan dan minuman di café.  Menuju ke kuil ini, kita akan melewati tangga dan mendengarkan gemericik air yang menenangkan.

Pengunjung menuju ke The Sanctuary of Truth sambil mendengarkan gemericik air (bungakrisan)
Pengunjung menuju ke The Sanctuary of Truth sambil mendengarkan gemericik air (bungakrisan)
Jalan tangga dari kayu untuk menuju ke lokasi bangunan (bungakrisan)
Jalan tangga dari kayu untuk menuju ke lokasi bangunan (bungakrisan)
Suguhan tarian tradisional di jam-jam tertentu (bungakrisan)
Suguhan tarian tradisional di jam-jam tertentu (bungakrisan)
Kita dapat menuliskan harapan-harapan kita di pohon ini (bungakrisan)
Kita dapat menuliskan harapan-harapan kita di pohon ini (bungakrisan)

The Sanctuary of Truth memang sangat filosofis.  Tetapi, bagaimana kita dapat menemukan keutuhan kita sebagai manusia adalah proses  individu yang akan dijalankan dengan cara yang berbeda-beda.  Seperti tulisan berikut yang dapat kita baca pada website resminya:

You need to help yourself first, Be self- conscious Bad or Moral It’s deed of self Evil or Heaven It’s inside nor-other and your deserved What’s your have done, no matter how heaven or hell.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *