Sup Ikan Serang Pengusir Dingin

Ketika musim penghujan yang dingin tiba, mengkonsumsi sup ikan di Kota Serang, Banten memang membantu tubuh kita menjadi hangat.  Kamu bisa memesan sup ini di sebuah restauran yang letaknya di tengah kota, tepatnya dekat dengan alun-alun Serang Timur.  Rumah Makan Taktakan ini memang sudah lekat dengan masyarakat Serang sejak belasan tahun yang lalu.  Resepnya turun temurun terinspirasi dari masakan Papua dan Aceh.

Baca juga: Pecak Bandeng yang pas di Mulut

Berbeda dengan sup ikan Batam, Rumah Makan Taktakan menggunakan ikan kuwe yang dimasak sampai empuk dengan diberi tomat hijau, daun kemangi, serta cabe hijau yang jumlahnya sangat banyak.  Sup ikan yang panas tersebut kemudian diberi lada yang rasanya sangat tajam.  Kombinasi tersebut membuat sup ini menjadi hangat dan pedas, sangat cocok dimakan pada saat hujan turun dan dingin mendera.  Hidangan ini juga dilengkapi dengan acar yang dicampur dengan nanas untuk menambah keasamannya.  Kombinasi yang lengkap ini membuat kita tambah bernafsu untuk menghabiskan makanan yang tersaji di meja.  Satu porsi besar dibandrol dengan harga Rp. 120 ribu, namun kita bisa membeli dengan setengah harga.  Satu porsi sup ikan dapat disantap oleh 3-4 orang.

Satu porsi sup ikan dapat dinikmati oleh 3-4 orang (bungakrisan)
Satu porsi sup ikan dapat dinikmati oleh 3-4 orang (bungakrisan)

Selain itu, rumah makan ini juga menyajikan sup kepala ikan, sup sea food dan berbagai makanan berkuah yang lain.  Namun ada juga makanan khas Serang seperti sate bandeng.   Bagi yang sudah pernah ke Serang, pasti mengenal masakan yang enak ini.  Cerita yang melegenda, tamu-tamu Kerajaan Kesultanan Banten disuguhi makanan ini sebagai kehormatan (baca juga: Wisata Sejarah Banten, Cantik namn Terpuruk).

Sate Bandeng yang dulu menjadi jamuan bagi tamu Kesultanan Banten (bungakrisan)
Sate Bandeng yang dulu menjadi jamuan bagi tamu Kesultanan Banten (bungakrisan)

Sate ini terbilang lumayan susah untuk dibuat.  Layaknya ayam kodok, daging ikan bandeng dikeluarkan dari ikan kemudian dihaluskan tanpa merusak kulitnya.  Duri-duri pun dikeluarkan agar tidak mengganggu orang yang memakannya.  Setelah itu, daging disangrai dan dicampur dengan kelapa dan bumbu-bumbu kemudian dimasukkan kembali ek dalam kulit setelah diberi telur dan santan.  Setelah tercampur, bandeng tersebut dimasukkan ke dalam daun pisang dan dibakar.  Cukup rumit bukan pembuatannya?

Belum ke Serang memang jika tidak mencoba hidangan di rumah makan ini.  Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?  (bungakrisan)

IMG_5247

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *