Piknik ke Bandung Selatan di Akhir Pekan

Tidak salah apabila kita memutuskan untuk piknik ke Bandung Selatan di akhir pekan setelah melewati hari-hari yang penat setelah bekerja.  Selain menikmati keindahan alamnya, Bandung juga terkenal dengan kreativitas orang-orangnya serta wisata belanjanya.  Piknik ke Bandung Selatan di akhir pekan memang untuk menikmati alam yang segar dan cantik.

Mengapa pemandangan di Bandung Selatan begitu indah?  Secara keseluruhan, bentuk morfologi wilayah Bandung seperti mangkok raksasa, yaitu berada di cekungan (plateau) yang dikelilingi oleh gunung berapi.  Sehingga kita seperti berada di sebuah lembah dan dapat melihat sisi-sisi lain dari tebing-tebing gunung.

Wilayah yang paling indah di Bandung Selatan adalah Ciwidey yang merupakan pembentukan dari Gunung Patuha.  Kala itu, dataran tinggi Bandung masih merupakan dasar samudera.  Gunung tersebut muncul dari permukaan dasar yang melahirkan dataran baru yang kita kenal dengan Ciwidey.

Kawah Putih dan Kawah Saat

Masyarakat mengenal Ciwidey dengan Kawah Putih nya yang cantik.  Kawah ini baru dibuka menjadi obyek wisata pada 1991 oleh Perum Perhutani.  Ciwidey memang salah satu tujuan wisata yang sangat siap menyambut para wisatawan.  Selain infrasturkturnya dengan jalan-jalan yang besar dan bagus, kawasan ini menyediakan berbagai fasilitas wisata dan atraksi yang menarik.

Infrasruktur jalan di Ciwidey yang luas dan halus (bungakrisan)
Infrasruktur jalan di Ciwidey yang luas dan halus (bungakrisan)

Tujuan wisata yang menjadikan Ciwidey sangat marak dikunjungi memang Kawah Putih.  Kawah cantik ini merupakan hasil dari letusan Gunung Patuha pada abad ke-13.  Sebenarnya, terdapat satu kawah lagi yang jarang dikunjungi, yaitu Kawah Saat yang lahir dari letusan pertama Gunung Patuha pada abad ke-10.  Letak Kawah Saat yang dalam Bahasa Sunda adalah kering, berada di bagian puncak sebelah barat, diatas Kawah Putih.

Banyak masyarakat sekitar tidak mengetahui Kawah Saat dan keberadaannya.  Kawah ini terkenal di kalangan pendaki karena dinding kawahnya yang indah, tinggi, sunyi dan sejuk.  Saya sendiri pernah meminta ijin secara resmi ke Perum Perhutani untuk mendaki Kawah Saat.  Namun mereka tidak mengijinkan mendakinya melalui Kawah Putih sebelum ada surat ijin dari pemerintah setempat.  Mereka tidak mau bertanggung jawab karena Gunung Patuha dipercaya mistis.

Gunung Patuha berarti juga ‘Pak Tua’ karena umurnya yang memang tua.  Kawah Putih ditemukan oleh seorang naturalis, doktor,botanik dan geolog berkebangsaan Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn.  Pada saat ia mencari pengembangan obat Kina di Ciwidey, masyarakat mengatakan kepadanya bahwa wilayah di atas angker karena adanya 7 makam leluhur.  Masyarakat percaya bahwa para leluhur sering bertemu di atas, sehingga burung pun tak berani melintas di wilayah tersebut.  Karena rasa penasarannya, Junghuhn mendatangi wilayah tersebut dan menemukan Kawah Putih yang cantik yang penuh dengan kandungan belerang yang tinggi.  Lukisan yang dibuat Junghuhn untuk menggambarkan Kawah Putih menjadi tinggalan atas kesaksiannya melihat indahnya danau ini untuk pertama kalinya.

Kawah Putih yang cantik dan penuh dengan kandungan beleran (bungakrisan)
Kawah Putih yang cantik dan penuh dengan kandungan belerang dan asam sulfur (bungakrisan)

Atas jasa Jugnghuhn, Pemerintah Belanda menamakan danau putih yang cantik dengan Zwavel Ontgining Kawah Putih.  Wilayah yang menyimpan harta karun alam ini kemudian menjadi pabrik belerang di jaman Belanda. Ketika beralih ke kekuasaan Jepang, usaha pabrik ini dilanjutkan dengan pengawasan militer dan namanya diganti menjadi Kenzanka Yokoya Ciwidey Kawah Putih.  Saat ini, gua bekas tambang telah ditutup karena berbahaya.  Bahkan, terdapat tanda peringatan tidak boleh berlama-lama di depan gua karena kita dapat menghirup racun dari galian belerang yang dalam

Goa bekas tambang belerang (bungakrisan)
Gua bekas tambang belerang (bungakrisan)

Akses menuju Kawah Putih sangatlah mudah.  Berbagai penunjuk jalan menuntun kita agar tidak tersesat.  Fasilitas disini sangatlah lengkap, seperti halnya mengunjungi Gunung Sorak di Korea Selatan (baca juga Pesona Indah Gunung Sorak yang Harus Anda Ketahui ).  Terdapat information center, loket karcis dan mobil shuttle untuk mengangkut kita dari bawah menuju ke kawah.  Berbagai warung makan dan toko suvenir tersedia di kawasan parkir yang sangat luas dan rapi.

Pintu masuk kawasan Kawah Putih (bungakrisan)
Pintu masuk kawasan Kawah Putih (bungakrisan)
Loket tiket masuk (bungakrisan)
Loket tiket masuk (bungakrisan)
Fasilitas mobil shuttle untuk mengangkut wisatawan ke kawah
Fasilitas mobil shuttle untuk mengangkut wisatawan ke kawah (bungakrisan)
Tersedia berbagai toko suvenir dan warung makan di kawasan parkir (bungakrisan
Tersedia berbagai toko suvenir dan warung makan di kawasan parkir menambah lengkapnya piknik ke Bandung Selatan di akhir pekan (bungakrisan)

Jalan sampai ke kawasan kawah juga bagus dan luas.  Kita akan melewati hutan yang hijau dengan kabut yang tebal.  Cuaca di Ciwidey memang tidak menentu, terutama siang-sore hari sering diguyur hujan.  Jika datang ke kawah ini pada siang/sore hari, maka kabut tebal akan menutupi pandangan kita namun nuansa magis dapat kita rasakan.  Masyarakat setempat akan menawarkan penyewaan payung jika hujan turun.

Pengunjung menggunakan payung sewaan di sekitar kawah (bungakrisan)
Jika hujan, kita dapat menyewa paying seharga Rp. 20 ribu yang dijajakan masyarakat sekitar (bungakrisan)

Selain itu, masker juga dijual di sekitar lokasi.  Disarankan maksimal 15 menit di kawasan kawah karena lebih dari itu dapat menyebabkan mual dan muntah.  Peringatan mengenai hal ini juga diumumkan lewat speaker.  Hebatnya, banyak juru foto yang sudah disana berjam-jam menawarkan jasanya.  Mungkin mereka sudah terbiasa.  Jalan turun ke kawah juga sudah bagus dan ada pegangannya sehingga kita tidak takut terpeleset.  Tampak jelas tanda-tanda peringatan dan batasan-batasan kawah agar pengunjung selamat.

Tangga turun ke kawah (bungakrisan)
Tangga turun ke kawah yang bagus (bungakrisan)

Kawah Putih dikelilingi oleh Hutan Cantiqi seperti di Hamparan Panorama Gunung Papandayan.  Foto dengan latar belakang Kawah Putih memang dramatis ditambah dengan pohon-pohon yang mati di sekitar kawah.  Pernah ada Festival Kawah Putih untuk melestarikan budaya-budaya setempat.  Namun yang saya baca terakhir dilakukan di tahun 2012 dan belum pernah ada lagi.

Hutan Cantiqi di sekeliling kawah (bungakrisan)
Hutan Cantiqi di sekeliling kawah dan terdapat peringatan untuk tidak memanjat  karena seringnya longsor(bungakrisan)
Pohon-pohon mati menambah suasana magis di sekitar kawah (bungakrisan)
Pohon-pohon mati menambah suasana magis di sekitar kawah (bungakrisan)
Piknik ke Bandung di akhir pekan, jangan lupa ke Kawah Putih (bungakrisan)
Piknik ke Bandung Selatan di akhir pekan, jangan lupa ke Kawah Putih (bungakrisan)

Masyarakat sekitar memang masih percaya bahwa tempat ini angker.  Mereka melakukan tradisi ruwatan setiap tahunnya di kawasan ini sebagai rasa syukur pada Sang Maha Pencipta dengan dipimpin pemangku adat. Saya sendiri masih penasaran menuju ke Kawah Saat dan merasakan berada di tengah-tengah kawah kaldera dengan dinding yang tinggi.  Mamang, pemilik warung di sekitar kawah menyarankan untuk meminta ijin dan doa dari para sesepuh setempat sebelum menuju puncak Gunung Patuha. Terdapat dua akses ke Kawah Saat, yaitu dari Kawah Putih maupun dari Desa Cipanganten dengan melewati kebun teh.

Jalan pendakian ke Gunung Patuha (bungakrisan)
Jalan pendakian ke Gunung Patuha (bungakrisan)

Berendam di Kawah Rengganis

Dari kawasan Kawah Putih terus ke atas dengan melewati kebun teh nan indah, kita akan tiba Kawah Rengganis.  Letaknya sendiri ada di Desa Rancabali.  Dulunya, kawah ini bernama Cibuni, namun setelah diolah oleh Agrowisata perkebunan teh Rancabali, namanya diubah menjadi Rengganis.

Berbeda dengan Kawah Putih yang airnya asam.  Kawah Rengganis menjadi tempat pemandian dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit seperti rematik dan pegal-pegal.  Banyak sekali memang orang-orang tua yang mandi disini.  Lumpurnya juga dapat menjadi masker untuk menghaluskan kulit kita.

Pengunjung mandi air hangat di Kawah Rengganis (bungakrisan)
Pengunjung mandi air hangat di Kawah Rengganis (bungakrisan)
Banyak orang tua berendam menyembuhkan penyakit rematik (bungakrisan)
Banyak orang tua berendam menyembuhkan penyakit rematik (bungakrisan)

Pemandian air hangat di kawasan ini mengalir dari sumber mata air panas dari atas tebing. Kawah Rengganis menjadi pertemuan dua sumber mata air, air panas dan dingin dan perpaduan airnya menjadi hangat dan dijadikan tempat pemandian.

Aliran air dingin dan panas menuju tempat pemandian (bungakrisan)
Aliran air dingin dan panas menuju tempat pemandian (bungakrisan)
Asap dari air panas tampak cantik di Kawah Rengganis (bungakrisan)
Asap dari air panas tampak cantik di Kawah Rengganis (bungakrisan)

Akses dari jalan raya ke kawasan kawah sekitar 800 m. Kita dapat naik ojeg ataupun jalan kaki.  Jalan kaki juga tidak akan membuat kita lelah karena indanya pemandangan indah kebun teh di sepanjang jalan.

Pemandangan kebun teh menuju Kawah Rengganis (bungakrisan)
Pemandangan kebun teh menuju Kawah Rengganis (bungakrisan)
Akses menuju Kawah Rengganis
Akses menuju Kawah Rengganis (bungakrisan)
Loket masuk ke Kawasan Rengganis (bungakrisan)
Loket masuk ke Kawah Rengganis (bungakrisan)

Banyaknya Tujuan Wisata di Ciwidey

Piknik ke Bandung Selatan di akhir pekan memang menarik karena banyaknya pilihan. Selain melihat kawah, terdapat Situ Patenggang, Bumi Kemah Ranca Upas dan penangkaran rusa, kebun strawberry dan teh, pemandian Cimanggu dan Walini serta masih banyak lagi.  Wisata kuliner dan juga tujuan wisata lain banyak disini.

Pengunjung juga semakin nyaman dengan fasilitas jalan yang lebar dan halus.  Di sepanjang jalan, saya hanya berpikir, bagaimana Junghuhn berjalan di hutan belukar sampai ia menemukan Kawah Putih.  Sungguh luar biasa….(bungakrisan)

Salah satu air terjun buatan yang dapat kita hampiri ketika piknik ke Bandung Selatan di akhir pekan (bungakrisan)
Salah satu air terjun buatan yang dapat kita hampiri ketika piknik ke Bandung Selatan di akhir pekan (bungakrisan)
Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *