Belajar Upaya Penyelamatan Bumi di Penangkaran Elang Loji

Apakah Anda kehabisan ide menghabiskan akhir minggu?  Jalan-jalan sebentar ke Penangkaran Elang Loji di Bogor ini cukup menyenangkan.  Selain menghirup udara segar dan melihat rimbunnya alam, kita juga dapat belajar mengenai konservasi dan upaya-upaya penyelamatan bumi.

Baca juga :Piknik ke Bandung Selatan di Akhir Pekan

Penangkaran Elang Loji ini tak jauh dari Jakarta, tepatnya berada di kaki Gunung Halimun-Salak, Bogor, Jawa Barat.  Suaka ini didirikan pada 2010 oleh Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) sebagai upaya untuk mengkonservasi burung elang yang keberadaannya sudah hampir punah di Indonesia. Burung elang adalah raja predator di udara dan diburu oleh manusia.  Pada tahun 1992, burung elang ditetapkan sebagai burung langka dan upaya pelestariannya dilakukan oleh berbagai pihak.  Padahal, burung elang termasuk yang sulit untuk berkembang biak karena hanya akan bertelur setahun sekali.  Burung ini adalah burung yang setia, karena hanya memiliki 1 pasangan saja seumur hidupnya atau monogamy.  Telur juga harus dierami selama 40-50 hari untuk dapat menetas.

Pak Johny, petugas TNGHS yang menjaga Penangkaran Elang Loji ini mengatakan kebanyakan burung yang dikonservasi disini diserahkan secara suka rela oleh orang yang memeliharanya ataupun sitaan pemerintah.  “Karena itu, beberapa diantara mereka memiliki kebiasaan yang dibawa pada saat di tangan manusia.  Kita semua mengetahui bahwa mereka adalah karnivora, pemakan binatang yang hidup.  Karena dibiasakan oleh pemilik sebelumnya untuk makan daging matang, mereka tidak bisa makan binatang hidup,” jelas Pak Johny.

Menurut Pak Johny, elang-elang disini diberi tikus untuk melatih mereka mencari mangsa dan mengolah makanannya.  “Elang di alam bebas akan mencari mangsa, menangkap dan mancabik-cabiknya.  Kita coba latih dengan tikus agar mereka belajar cara mengolah makanannya.  Jika sudah siap menghadapi alam, maka mereka akan kita lepas,” lanjut Pak Johny.

Pengetahuan mengenai burung elang ditaruh di Pos Penangkaran Elang Loji (bungakrisan)
Pengetahuan mengenai burung elang ditaruh di Pos Penangkaran Elang Loji (bungakrisan)

Burung elang memiliki paruh yang kuat untuk merobek dan memangsa buruannya.  Cakarnya sanggup mencengkeram buruannya agar tidak terlepas.  Elang terbang dengan rata-rata 300 km/jam ketika memburu mangsanya. Burung ini memiliki penglihatan yang tajam, delapan kali dari penglihatan manusia.

“Tetapi mereka akan lemah jika terbiasa dipelihara manusia.  Mereka akan makan dengan menunggu daging yang disajikan.  Disini, ada seekor burung elang yang sudah 6 tahun belum berubah juga perilakunya.  Mungkin kita tidak akan melepaskannya dan membiarkan burung itu sampai mati berada disini,” ujar Pak Johny sambil tertawa lebar.

Dalam proses pelepasan, Pak Johny dan timnya mengaku seringkali khawatir.  “Biasanya kami melakukan pemantauan setelah pelepasan elang ke habitatnya.  Kami tidak bisa tidur, rasa was-was apakah mereka dapat bertahan atau menemukan kelompoknya atau apakah mereka dapat diterima oleh kelompoknya.  Kami takut mereka sendiri dan tidak dapat bertahan,” lebih lanjut Pak Johny menjelaskannya.

Penangkaran elang Loji ini satu dari upaya pemerintah untuk mengembalikan habitat di Indonesia.  Beberapa penangkaran elang juga ada seperti di Merapi.  Penangkaran yang terletak di Loji ini baru beberapa tahun belakangan dibuka untuk umum.  “Tadinya kami takut burung elang tidak akan bertahan jika banyak orang datang. Karena itu burung-burung yang siap untuk dilepas kita taruh di belakang dan tidak dapat dilihat oleh pengunjung.  Kami berharap jika banyak yang datang kesini, maka semakin banyak pula yang mengerti pentingnya melakukan konservasi alam,” jelas Johny kembali.

Selain suaka burung elang, tempat ini memang sangat indah.  Pohon-pohon purba yang besar dan menjulang tinggi membuat tempat ini sangat hijau dan rimbun.  Sungainya pun sangat jernih dengan gemericik air yang menenangkan jiwa.

Cukup dengan Rp.7.500 untuk tiket masuk dan Rp. 2.500 untuk fasilitas kebersihan, kita dapat menikmati indahnya alam di tempat ini.  Disini juga terdapat jembatan gantung yang cantik di depan pos penjagaan.  Pengunjung sangat gemar berfoto di jembatan ini dengan berbagai gaya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAJembatan ini hanya bisa dinaiki maksimal tiga orang saja (bungakrisan)

Tempat ini juga memiliki fasilitas camping bagi mereka yang ingin menginap.”Biasanya banyak komunitas yang datang kesini.  Sejak awal kami sudah ingatkan untuk menjaga kebersihan di area ini. Jika mereka melanggar, biasanya kami tandai dan tidak boleh lagi datang kesini,” kata Johny.

Jika Anda suka hiking, dari tempat camping jalanlah terus masuk ke dalam hutan melewati jalan yang cukup terjal.  Setelah melewati jembatan, Anda akan tiba di Curug Cibadak, air terjun indah yang airnya mengalir dari atas Gunung Salak.

Dibandingkan dengan kebanyakan tempat wisata, Penangkaran Elang Loji terbilang cukup bersih.  Salah satu upaya agar kebersihan tetap terjaga adalah dengan melarang orang berjualan disini.  “Selain untuk kebersihan, tidak baik bagi elang-elang jika ada warung-warung di sekitar sini,” ujar Pak Johny.

Gunung Salak adalah salah satu wilayah konservasi di Indonesia.  Keanekaragaman hayati disini masih sangat terjaga dengan beberapa kali ditemukan macan langka tertangkap oleh kamera pengawasan.  “Salah satu indikasi habitat yang terjaga adalah dengan tidak turunnya binatang buas ke kawasan penduduk.  Namun demikian, macan-macan yang kita tangkap sudah mencari makan di ketinggian 1100-1700 mdpl, padahal ketinggian Gunung Salak adalah 2211 mdpl.  Artinya, di puncak sudah tidak ada lagi makanan.  Karenanya, kita harus bersama-sama upayakan konservasi di wilayah ini,” jelas Pak Johny.

Jika ingin belajar upaya konservasi dan juga menikmati pemandangan alam, tempat ini adalah salah satu alternatifnya.  Seperti biasa, tetap jaga kebersihan yah jika berkunjung kesini (bungakrisan)

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *