Cara Habiskan Pagi di Yogyakarta

Ketika kota gudheg menjadi pilihan liburan, tidak ada salahnya bangun lebih awal untuk menikmati pagi di Yogyakarta yang menyimpan banyak keindahan ini.  Wisata di Yogyakarta memang sudah terkenal sejak dahulu.  Selain budayanya, Yogyakarta juga terkenal dengan peninggalan sejarah masa lalu seperti Candi Borobudur dan Prambanan. Jika ingin menghabiskan liburan di Yogyakarta, beberapa tempat ini dapat menjadi alternatif untuk menikmati pagi hari.

Baca juga : Eloknya Pemandangan Gunung Nglanggeran

Kebun Buah Mangunan

Kebun seluas 23 hektar ini berada di lahan perbukitan di Mangunan, Dlingo, Bantul.   Kebun buah ini dikelola oleh Departemen Pertanian dan Kehutanan Bantul untuk menanam pohon buah seperti belimbing, jambu, durian, kelengkeng, mangga, salak dan sebagainya.  Pohon buah ini ditanam disesuaikan dengan kemiringan bukit.  Sementara lereng bukit ini ditanami pohon besar seperti pinus dan jati.

Menariknya, pada pagi hari, Kebun Buah Mangunan yang terletak di ketinggian 150-200 mdpl ini berkabut.  Sehingga kita dapat naik di puncak bukit mangunan sambil melihat kabut menyelimuti kebun dan merasakan sinar matahari yang baru terbit.

Pengunjung memadati puncak bukit Mangunan untuk menikmati pagi di Yogyakarta (bungakrisan)
Pengunjung memadati puncak bukit Mangunan untuk menikmati pagi di Yogyakarta (bungakrisan)
Matahari mulai turun menyinari Kebun Buah Mangunan (bungakrisan)
Matahari mulai turun menyinari Kebun Buah Mangunan (bungakrisan)

Ketika kabut mulai turun, kita akan melihat dengan jelas Sungai Oya dan Gunung Sewu.  Sungai Oya terlihat berkelok dan panjang. Sungai ini hulunya berada di perbukitan Gajah Mungkur dan ada yang melintasi Goa Pindul.

Ketika kabut turun, maka Sungai Oya pun mulai terlihat (bungakrisan)
Ketika kabut turun, maka Sungai Oya pun mulai terlihat (bungakrisan)

Di Kebun Buah Mangunan ini juga terdapat penangkaran rusa, pembibitan tanaman buah, playground, gazebo, kolam renang dan camping ground.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Bukit Panguk Kediwung

Sekitar 10 menit dari Kebun Buah Mangunan, di Bukit Panguk Kediwung terletak di Dusun Kediwung Desa Mangunan Kecamatan Dlingo, tepatnya di Puncak Bukit Batu Lawang.  Bedanya dengan Kebun Buah Mangunan, disini dibangun gardu pandang di pinggiran bukit yang disebut dengan gardu nginguk.  Nginguk sendiri dalam bahasa Jawa artinya kepala yang sedang melongok. Gardu ini memang menjorok sehingga memungkinkan kita dekat dengan kabut dan matahari terbit sehingga foto yang dihasilkan bagus.

Spot foto yang dibangun di Bukit Panguk (bungakrisan)
Spot foto yang dibangun di Bukit Panguk (bungakrisan)

Bukit Panguk Kediwung ini menjadi salah satu spot menikmati  pagi di Yogyakarta sejak setahun belakangan.  Masyarakat sekitar yang menjadi salah satu petugas penjaga gardu mengatakan bahwa awalnya tempat ini hanyalah hutan dan jurang biasa.  “Waktu itu ada Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa Sekolah Tinggi Masyarakat Pembangunan Desa (APMD) yang melihat tempat ini. Kemudian mereka mulai membangun gardu.  Jadilah tempat ini terkenal,” ujar Iin.

Jika pengunjung ingin menggunakan gardu untuk berfoto, maka akan dikenakan Rp.3000 per gardu.  “Disini ada lima gardu, rata-rata sehari satu gardu menghasilkan Rp. 100 ribu,” jelas Iin.

Satu gardu dikenakan Rp.3000 untuk berfoto dengan durasi sekitar 5 menit (bungakrisan)
Satu gardu dikenakan Rp.3000 untuk berfoto dengan durasi sekitar 5 menit.  Bukit ini menjadi salah satu cara menikmati pagi di Yogyakarta  (bungakrisan)

Saat ini, lokasi Bukit Panguk Kediwung tidak hanya untuk foto pengunjung biasa, tetapi juga digunakan untuk foto pre-wedding dan sebagai lokasi pengambilan film/sinetron.

Bukit Panguk Kediwung juga menjadi tempat pengambilan foto pre-wedding (bungakrisan)
Bukit Panguk Kediwung juga menjadi tempat pengambilan foto pre-wedding (bungakrisan)

Candi Borobudur

Sebenarnya bukan di Yogyakarta, tetapi di Magelang, Candi Borobudur juga menjadi tempat yang cantik untuk menikmati pagi. Candi ini sangat indah apalagi ketika pada saat matahari naik dan kabut mulai turun, tampaklah dengan indahnya Gunung Merapi, Merbabu, Slamet, Sindoro dan Sumbing yang mengelilingi bangunan ini.  Untuk masuk pagi buta ke dalam candi, kita dapat membeli tiketnya yang dikelola oleh Hotel Manohara.  Untuk wisatawan domestik harus membayar Rp. 325 ribu per orang sedangkan wisatawan asing dikenakan Rp. 450ribu.

Lanskap Candi Borobudur sangat indah karena dikelilingi oleh lima gunung besar di Jawa Tengah (bungakrisan)
Lanskap Candi Borobudur sangat indah karena dikelilingi oleh lima gunung besar di Jawa Tengah (bungakrisan)

Jika ingin yang lebih murah, sekitar 10 menit dari Candi Borobudur, terdapat bukit kecil yang Punthuk Setumbu.  Tempat ini menjadi terkenal ketika film AADC2 mengambil lokasi shooting disini.  Tampak dari jauh kabut yang tinggi mulai turun dan memperlihatkan Candi Borobudur.  Tiket masuk ke Punthuk Setumbu adalah Rp.15 ribu per orang.  Setelah menikmati matahari terbit di Punthuk Setumbu, kita dapat jalan turun sekitar 15 menit untuk mengunjungi Gereja Ayam.  Tentu saja, pemandangan yang bagus itu dapat kita nikmati ketika cuaca bagus dan langit tidak begitu berawan (bungakrisan)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *