10 Tempat Menikmati Sakura di Jepang

Musim semi telah tiba dan masyarakat Jepang menikmati sakura di berbagai tempat dengan tradisi hanami (baca juga: Bunga Sakura dan Nilai Masyarakat Jepang dalam Melihat Kehidupan).  Tidak hanya masyarakat Jepang, turis dari berbagai dunia juga ikut tenggelam dalam tradisi ini.  Karena itu, musim semi ini menjadi peak season dimana orang di Indonesia juga ikut berbondong-bondong menikmati sakura di Jepang.

Jika kamu berencana ke Jepang, berikut tempat-tempat untuk menikmati bunga sakura 

1.Ueno Park, Tokyo

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jika ingin pergi ke taman yang satu ini memang harus pagi-pagi sekali karena  sangat ramai, terutama jika musim sakura mekar.  Baik masyarakat Jepang dan turis berkumpul di taman ini.  Di Ueno Park ditanam 1000 pohon sakura dan dipasangi dengan 1000 lampion. Walaupun lampion tersebut hanya untuk keamanan, tetapi jika malam hari mengiluminasi bunga-bunga sakura dan terlihat sangat indah.

Penduduk Tokyo memadati Taman Ueno untuk menikmati sakura (bunga krisan)
Penduduk Tokyo memadati Ueno Park untuk menikmati sakura (bunga krisan)

Di taman ini, kita juga bisa naik perahu bebek untuk berkeliling kolam ataupun menikmati street food yang bau dan bentuknya menggoda selera.  Kita juga dapat berbelanja barang-barang antik yang dijual di sekitar taman.

Bagi kamu yang ingin melakukan aktivitas selain hanami, Taman Ueno juga menyediakan perahu bebek untuk mengelilingi kolam (bungakrisan)
Bagi kamu yang ingin melakukan aktivitas selain hanami, Ueno Park juga menyediakan perahu bebek untuk mengelilingi kolam (bungakrisan)

Di taman yang luas ini, juga terdapat beberapa kuil seperti Toeisan temple dimana keluarga Tokugawa Shogunate, pemerintahan militer feodal yang terakhir, dimakamkan. Juga terdapat Museum Nasional Tokyo dan jejak-jejak Pertempuran Ueno yang terjadi pada 1868

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Salah satu peninggalan sejarah Pertempuran Ueno yang masih ada di Ueno Park (bungakrisan)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Cara ke Ueno Park: Hanya 3 menit jalan kaki dari stasiun Ueno

Baca juga: Belanja oleh-oleh di Tokyo dengan Harga Terjangkau

2.Sumida Park, Tokyo

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Taman ini di pinggir Sungai Sumida di Tokyo yang ditanami sekitar 700 pohon sakura dan ditanam sejak lama oleh Tokugawa Yoshimune, shogun kedelapan.  Dulunya, taman ini memang dimiliki oleh keluarga shogun.  Namun Tokugawa Yoshimune kemudian membukanya untuk umum agar masyarakat juga dapat menikmatinya.

Taman ini dibuka untuk publik oleh Shogun kedelapan (bungakrisan)
Taman ini dibuka untuk publik oleh Shogun kedelapan (bungakrisan)

Taman ini akan semakin cantik pada malam hari karena iluminasi dari lampu dan lampion yang dipasang.  Selain itu, kita juga dapat melihat Tokyo Skytree yang lampunya akan menjadi warna-warni pada malam hari.  Jika punya uang lebih, kamu bisa makan malam di perahu-perahu yang mengelilingi Sungai Sumida.

Sekitar 15 menit dari taman ini, kamu juga bisa ke Sensoji Temple yang juga tidak kalah indah pada malam hari karena lampu-lampu yang dipasang pada bangunannya.

Cara ke Sumida Park: 5 menit jalan dari stasiun Asakusa

3.Chidorigafuchi, Tokyo

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hanya orang Jepang yang membuat tempat pemakaman terlihat begitu indah.  Betul, Chidorigafuchi sebenarnya adalah makam pahlawan dan tempat untuk mengenang mereka yang gugur dan tidak dapat teridentifikasi pada saat Perang Dunia II.  Namun, terdapat jalan-jalan yang pinggirnya ditanami oleh banyak sekali bunga sakura.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Jalan-jalan di sekitar pemakaman ini ditanami dengan ribuan pohon sakura yang indah (bungakrisan)

Sama seperti Ueno Park, disini kita juga dapat menyewa perahu bebek.  Selain itu, juga terdapat parit yang merupakan salah satu dari dua belas parit yang mengitari Imperial Palace.

Cara ke Chidorigafuchi: Jalan sekitar 5 menit dari stasiun Kudanshita

4.Shinjuku Gyoen, Tokyo

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berbeda dengan taman yang lain dimana kita bisa masuk secara gratis, di Shinjuku Gyoen kita diwajibkan membayar 200 yen.  Untuk masuk juga diperiksa terlebih dahulu tas dan bawaan kita karena tidak diperbolehkan membawa minuman alkohol.  Mungkin hanya disini hanami tanpa sake dan bir.

Selain sakura, banyak pohon-pohon jenis lain yang dilestarikan di taman ini (bungakrisan)
Selain sakura, banyak pohon-pohon jenis lain yang dilestarikan di taman ini (bungakrisan)

Shinjuku Gyoen awalnya adalah taman pribadi milik seorang tuan tanah bernama Lord Naito pada jaman Edo.  Pada tahun 1906, tempat ini menjadi Taman Kekaisaran.  Setelah Perang Dunia II, Shinjuku Gyoen dibuka untuk umum.

Menikmati sakura di taman ini tidak diperbolehkan membawa minuman beralkohol (bungakrisan)
Menikmati sakura di taman ini tidak diperbolehkan membawa minuman beralkohol (bungakrisan)

Siapkan tenaga dan kaki untuk mengitari Shinjuku Gyoen karena luas taman ini adalah 58,3 hektar.  Taman ini memadukan gaya Perancis, Inggris dan Jepang tradisional.

Taman ini merupakan salah satu taman yang penting pada Era Meji (bungakrisan)
Taman ini merupakan salah satu taman yang penting pada Era Meji (bungakrisan)

Cara ke Shinjuku Gyoen: Terdapat 3 cara menuju kesini, Jika kamu dari Stasiun Shinjuku, maka dapat masuk melalui Shinjuku Gate.  Kamu juga bisa masuk melalui Sendagaya Gate dari Stasiun Sendagaya dan Okido Gate dari Stasiun Shinjuku Gyoenmae. 

5.  Shiba Park, Tokyo

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Taman ini berada di dekat Tokyo Tower dan sekeliling Zojoji Temple.  Kelebihan melihat sakura dari sini karena kita dapat melihatnya dengan latar belakang Tokyo Tower.  Semakin malam, sakura akan semakin indah karena iluminasi dan lampu dari Tokyo Tower.

Taman ini merupakan taman tertua di Jepang yang tadinya adalah bagian dari Zojoji Temple.  Tempat ini juga menjadi area bagi ibu dan anaknya untuk makan siang bersama.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Cara ke Taman Shiba: Jalan 3 menit dari Stasiun Shiba Koen

6. Kema Sakuranomiya Park, Osaka

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Taman ini berada di pinggir Sungai Okawa yang ditumbuhi sekitar 5000 pohon sakura.  Sungai Okawa  adalah simbol kota metropolis Osaka dimana kita juga dapat menikmati sakura dengan mengikuti cruise selama 25 menit sampai dekat dengan Osaka Japan Mint selama 25 menit.

Kita dapat ikut dalam cruise mengitari sungai ini dengan biaya sekitar 1200 yen (bungakrisan)
Kita dapat ikut dalam cruise mengitari sungai ini dengan biaya sekitar 1200 yen (bungakrisan)

Di taman ini terdapat berbagai macam street food yang dijual untuk memudahkan kita untuk hanami. Beberapa kursi juga disediakan untuk kita duduk sambil menikmati sakura.

Cara ke Kema Sakuranomiya Park: Jalan 2-3 menit dari stasiun Temmabashi

7.  Himeji Castle, Himeji

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sakura di Himeji castle sangatlah menakjubkan.  Dengan latar belakang Himeji castle yang cantik, sakura tampak semakin membuat indah suasana.  Di sekitar Himeji castle inilah terdapat taman yang menjadi pusat penduduk Himeji untuk menikmati hanami.

Taman sekeliling Himeji castle ini menjadi pusat masyarakat Himeji menikmati sakura (bungakrisan)
Taman sekeliling Himeji castle ini menjadi pusat masyarakat Himeji menikmati sakura (bungakrisan)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Cara ke Himeji castle: 15 menit jalan dari Stasiun Himeji

Baca juga: Selusuri Arsitektur Jepang Abad Pertengahan di Himeji Castle

8.  Keage Incline, Kyoto

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tempat ini berada di Kyoto di sisi Lake Biwako Canal.  Dulunya tempat ini merupakan rel penghubung ke Lake Biwako pada saat masa Meji.  Di sisi rel inilah tumbuh ribuan pohon sakura yang cantik.

Di sisi rel ditumbuhi ribuan pohon sakura yang cantik (bungakrisan)
Di sisi rel ditumbuhi ribuan pohon sakura yang cantik (bungakrisan)

Cara ke Keage Incline: Keluar dari stasiun Keage kita langsung menemukan tempat ini

9.  Togetsukyo Bridge, Arashiyama

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Yang membuat sakura menjadi indah di tempat ini adalah bukit-bukit di belakang jembatan yang ditumbuhi sakura.  Dengan sungai yang lebar dan warna sakura membuat tempat ini menjadi salah satu cara kita dapat menikmati sakura dengan cara yang berbeda.

 

Jembatan ini sendiri dibangun sekitar 1100 tahun yang lalu yang merupakan kehadiran simbolis di Arashiyama. Dikatakan demikian  demikian karena seolah-olah bulan sedang melintasi jembatan tersebut.

Cara ke Togetsukyo Bridge:Jalan 3 menit dari Stasiun Arashiyama

Baca juga: Kyoto yang Menawarkan Pesona Sejarah dan Alam

10. Peace Memorial Park, Hiroshima

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sekitar 300 pohon sakura melapisi tepi Sungai Motoyasu antara  A-Bomb Dome dan Peace Boulevard.  Disinilah warga Hiroshima biasanya menikmati hanami.

Baca juga: Jejak Sejarah dalam Mengenang Hiroshima

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Cara ke Peace Memorial Park: Jalan 10 menit dari Stasiun Genbaku Dome-mae

(bungakrisan)

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *