Kyoto yang Menawarkan Pesona Sejarah dan Alam

Kota ribuan kuil-yang memiliki sejarah panjang pembentukan negara Jepang saat ini, menjadi primadona wisatawan untuk paling tidak sekali seumur hidup menjejakkan kaki disini.  Jika kita mengenal Tokyo sebagai ibu kota negara Jepang, sebenarnya dulunya berkedudukan di Kyoto pada tahun 794 masehi.  Kaisar Jepang ke-50, yaitu Kaisar Kammu lah yang memindahkan kedudukan istananya ke kota baru yang diberi nama Heian-kyō (yang berarti juga tenang dan damai).  Sejak saat itulah, periode Heian dalam sejarah Jepang dimulai.  Kota ini selanjutnya disebut dengan kyō no miyako dan akhirnya berubah menjadi Kyoto.  Kyoto ini menjadi ibu kota sampai terjadi transfer pemerintahan ke era Edo pada 1868 dan kemudian beralih ke Tokyo.

Kota ini sempat mengalami kerusakan yang signifikan dalam Perang Ōnin (perang saudara di Jepang pada 1467-1477 di pemerintahan shogun ke-8 yang menanandai Jalan Sengoku) sampai pertengahan abad ke-16.  Kerusakan terjadi karena pertarungan antara faksi samurai yang melibatkan bangsawan istana dan faksi agama. Rumah-rumah bangsawan ditransformasikan menjadi benteng-benteng, parit-parit dalam digali di seluruh kota untuk pertahanan dan sebagai bebatuan api dijadikan senjata sehingga banyak bangunan yang terbakar. 

Baca juga: Selusuri Arsitektur Jepang Abad Pertengahan di Himeji Castle

Untungnya kota ini selamat dari target pemboman oleh Amerika Serikat karena “keindahan kota” (baca juga: Jejak Sejarah dalam Mengenang Hiroshima) .  Karenanya, kota ini menjadi satu-satunya kota besar Jepang yang masih memiliki banyak bangunan sebelum perang, walaupun modernisasi terus meruntuhkan arsitektur tradisional. 

Kyoto merupakan prefektur (yuridiksi di Jepang yang sama dengan provinsi) yang terletak di tengah wilayah bagian pulau Honshu dan dilalui banyak sungai seperti Sungai Kamogawa yang termasyur.  Kota ini sangat cantik karena  terletak di lembah Yamashiro yang dikelilingi pegunungan Nishiyama, Hagasiyama dan Kitayama.  Pada tahun 2005  sampai dengan 2007, rencana tata kota disempurnakan yang salah satunya adalah mengenai batasan tinggi bangunan agar alam yang indah semakin terlihat.  Jika kamu berkesempatan ke Kyoto, mampirlah ke destinasi berikut ini:

Kiyomizu-dera

Kyoto 12

Kiyomizudera yang dikenal dengan “Kuil Air Suci” berada di bukit yang curam di wilayah Kyoto timur dengan lanskap yang sangat cantik.  Kuil ini dibangun pada 780 masehi dan berada di dekat air terjun Otowa (Sound of Feathers) yang airnya disalurkan ke kolam dan dapat diminum oleh pengunjung.
Pada tahun 1994, kuil ini menjadi salah satu situs warisan budaya UNESCO.  Aula utama Kiyomizudera didukung dengan 139 pilar kayu dan didedikasikan untuk Kannon, dewi welas asih Buddha . Jika kita berada di teras Kiyomizudera, maka kita dapat melihat seluruh kota, termasuk Kyoto tower.  Orang Jepang memiliki ungkapan “to jump off the porch at Kiyomizu” atau dalam bahasa inggrisnya “to take the plunge“.  Kiasan ini mengacu pada tradisi di periode Edo yang berpendapat bahwa jika seseorang bertahan hidup melompat dari teras ini, maka keinginannya akan terkabul. 
Ini dia teras Kiyomizudera, siapa yang berani lompat? (bungakrisan)
Ini dia teras Kiyomizudera, siapa yang berani lompat? (bungakrisan)

Di dalam kuil ini juga ada komplek kuil Jishu yang merupakan kuil cinta dan perjodohan.  Disini, orang-orang berdoa untuk mendapatkan cintanya.  Terdapat dua batu di dekat tempat berdoa yang jika dengan mata tertutup kita dapat berjalan dari batu yang satu ke batu lainnya, maka kita akan menemukan jodoh kita.

Kuil Jishu, tempat berdoa untuk mendapatkan cinta dan jodoh (bungakrisan)
Kuil Jishu, tempat berdoa untuk mendapatkan cinta dan jodoh (bungakrisan)
Tempat berdoa agar kita dipertemukan oleh cinta dan jodoh (bungakrisan)
Tempat berdoa agar kita dipertemukan oleh cinta dan jodoh (bungakrisan)
Jika kita dapat menyebrang ke batu satu lagi dengan mata tertutup, dipercaya kita akan menemukan cinta (bungakrisan)
Jika kita dapat menyebrang ke batu satu lagi dengan mata tertutup, dipercaya kita akan menemukan cinta (bungakrisan)

Fushimi Inari

Kyoto 16

Kuil tertua yang didirikan tahun 711 ini merupakan kuil paling populer dan tertua di Kyoto.  Didirikan di bukit Inariyama yang ketinggiannya 233 MDPL oleh Keluarga Hata dan dipindahkan ke lokasi sekarang pada 816 masehi. Kuil ini dipercaya dijaga oleh serigala sehingga banyak sekali patung serigala disini.  Terdapat 1000 gerbang tori yang dapat membawa kita sampai ke gunung.  Fushimi Inari indah dikunjungi pada pagi, siang dan malam hari, namun pemandangan terbaik adalah pada saat matahari terbenam.

Kinkakuji Temple

Kyoto 13

Kuil Paviliun Emas ini adalah simbol Kyoto yang nama resminya adalah Rokuon-ji. Dibangun pada akhir abad ke 14 awalnya berfungsi sebagai vila untuk shogun Ashikaga Yoshimitsu.  Setelah kematian Ashikaga Yoshimitsu, surat wasiatnya menginginkan vila ini menjadi kuil sekte Buddhisme Zen, yang terkenal dengan praktik zazen, atau meditasi religius (metode utama pelatihan Buddhis, dan metode meditasi untuk membangun dasar seseorang dalam Buddhisme Zen). Kuil ini masuk dalam daftar UNESCO world heritage. 

Ginkakuji Temple

Kyoto 15

Ginkakuji (Kuil Paviliun Perak) adalah saudara dari Kinkakuji yang juga diwariskan Ashikaga Yoshimitsu untuk menjadi kuil sekte Budhisme Zen.  Apabil musim semi tiba dan sakura sedang mekar, kita dapat menyusuri Philosopher’s Path yang berada di ujung gang sebelum jalan masuk ke kuil sampai ke Keage Incline untuk menikmati pohon ceri ini.  Baca juga 10 Tempat Menikmati Sakura di Jepang

Tenryuji Temple

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kuil Budha Zen yang memiliki taman yang indah yang dirancang oleh Muso Soseki pada tahun 1275.  Letak kuil ini ada di Gunung Arashiyama, yaitu distrik yang berada di sisi pinggiran barat Kyoto.

Arashiyama Bamboo Grove
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hutan Bambu yang sangat indah yang oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang masuk dalam daftar “100 soundscapes of Japan”. 

Nijo Castle

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nijo Castle adalah markas shogun Tokugawa Leyasu saat berada di Kyoto dan menjadi rumah bagi Tokugawa clan.  Karena perpindahan imperial palace di kota ini, maka Nijo Castle akhirnya dijadikan markas shogun.  (bungakrisan)

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *