Komodo, Si Naga Penghuni Tanah Flores

Komodo dragon, begitu binatang ini disebut, hanya hidup di wilayah Indonesia di ujung Flores.  Binatang purba ini cukup fenomenal karena selain merupakan kadal terbesar di dunia, sang naga ini juga memiliki bisa yang mematikan dan daya serang yang tak memungkinkan lawannya bergerak.  Berikut adalah fakta-fakta mengenai Komodo yang mungkin belum kamu ketahui:

Ludahnya memiliki lebih dari 50 bakteri, satu yang paling mematikan

Gigi binatang primitif ini tidak lebih mengoyak dari gigi kucing di rumah kita.   Namun, ludah si naga mengandung ribuan bakteri dimana satu yang menjadi racun pamungkas untuk mematikan lawannya.  Racun yang terkandung di ludah binatang ini disebabkan oleh kesehatan gigi mereka yang buruk sehingga menyebabkan infeksi mahluk yang digigitnya.  Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas Texas, Amerika Serikat yang menemukan adanya 58 spesies bakteri di ludah si kadal.  Menurut ranger (pawang) yang menemani saya ketika berkunjung ke Taman Nasional ini, bakteri yang paling mematikan adalah yang racun yang menyebabkan darah kita encer sehingga darah terus mengalir.  Luka inilah kemudian yang dapat dicium oleh kadal raksasa yang tidak dapat mendengar namun memiliki tiga mata ini. Karena lemas akibat kehilangan darah, maka sang naga ini dapat memangsa korbannya dengan mudah.

Pawang Komodo memberikan pengarahan sebelum masuk ke hutan dan menemui binatang purba ini (bungakrisan)
Pawang Komodo memberikan pengarahan sebelum masuk ke hutan dan menemui binatang purba ini (bungakrisan)

Legenda Komodo dan Suku Modo

Alkisah, seorang putri gaib jatuh cinta dengan penduduk di sebuah pulau yang cantik bernama Nusa Nipa bernama Majo.  Setelah keduanya menikah, sang putri tersebut melahirkan anak kembar, satu adalah manusia  bernama Gerong dan satu lagi adalah kadal raksasa bernama Orah berjenis kelamin betina.  Sang kembar kemudian dipisahkan karena Orah menyebabkan keresahan memangsa ternak warga. Si Orah dibuang ke hutan dan tumbuh membesar.  Sedangkan Gerong menjadi pemuda yang kuat dan memiliki tehnik berburu yang sangat baik.  Mereka tak pernah dipertemukan sampai suatu hari Gerong berburu ke dalam hutan akan membunuh seekor kadal raksasa yang ditemuinya.  Tiba-tiba, sang ibu yang meninggal karena melahirkan mereka datang dalam wujud seorang putri dan melarang Gerong untuk membunuh si kadal.  Pada saat itu, Gerong baru mengetahui bahwa Orah adalah saudara kembarnya.  Sejak itulah, Gerong selalu berburu ditemani oleh Orah.

Saat ini, Suku Modo selalu menganggap bahwa ada kembaran mereka bernama Orah (Komodo dalam bahasa Manggarai) yang wujudnya adalah kadal raksasa.  Mereka hidup berdampingan di pulau tersebut.

Berdarah dingin dan berlari sangat cepat

Komodo merupakan hewan berdarah dingin dan cenderung diam di malam hari.  Saat matahari terbit, si orah akan berjemur untuk mencerna makanannya.  Binatang ini akan memuntahkan bagian-bagian makanan yang tidak dapat dicerna seperti tulang, bulu, tanduk ataupun gigi.  Apabila tidak tercerna, makanan itu akan membusuk dan meracuni tubuhnya sendiri.  Kadal besar ini metabolismenya sangat lamban sehingga dapat bertahan dengan memakan sekali dalam sebulan dimana mangsanya memiliki bobot minimal 50% dari berat badan mereka.

Binatang ini adalah karnivora sejati yang dapat bergerak cepat untuk memakan mangsanya, yaitu 18-20km/jam.  Tak jarang, mereka juga memakan telur, anak-anaknya yang masih kecil dan komodo yang sudah tua.  Anak-anak mereka biasanya hidup di atas pohon sampai membesar untuk menghindari dimakan oleh induk dan yang lebih besar.

Ada beberapa komodo yang juga memangsa manusia.  Cerita dari penduduk setempat, pernah ada seorang anak nelayan yang mampir ke desat tersebut.  Karena habis mencari ikan, si nelayan bau amis yang tercium oleh komodo.  Ketika anak tersebut sedang berada di toilet, ia diseret dan diserang oleh binatang tersebut.  Penduduk yang berusaha menolong dengan melempar sang binatang dengan batu dan kayu tak mempan.  Sang anak terkoyak dan dilahap oleh si naga.

Cerita ini hanya satu dari beberapa manusia yang dimangsa karnivora sejati ini.   Menurut beberapa cerita guide di taman nasional ini, Orah yang telah memakan manusia dipindahkan ke Pulau Padar.  Saat ini ada tujuh ekor yang berada disana.  Beda cerita, ranger taman nasional mengatakan bahwa binatang melata tersebut pindah ke Pulau Padar dari Pulau Rinca dengan cara berenang,

Si naga ini berjemur untuk mencerna makanan dalam perutnya (bungakrisan)
Si naga ini berjemur untuk mencerna makanan dalam perutnya (bungakrisan)

Baca juga : Nonton Atraksi Gajah: Yay or Nay

Bisa bertelur tanpa dibuahi

Pada bulan Mei-Agustus, para komodo jantan akan bergulat dengan kedua kaki depannya memperebutkan sang betina.  Mereka yang siap bertarung muntah dan buang air besar sebelum saling bertempur.  Sang betina bertelur (sekitar 30 butir) dan membuat sarang dengan 1 meter vertikal dan 1 meter horisontal untuk berinkubasi selama 8-9 bulan.  Sang induk biasanya hanya peduli ketika bertelur atau selama tiga bulan saja dan bahkan nantinya dapat memangsa anak mereka sendiri.

Untuk melindungi agar keberadaannya tetap di muka bumi ini, Orah dapat bertelur tanpa dibuahi (Partenogenesis).  Adaptasi reproduksi ini terjadi apabila si betina berada pada tempat yang terisolir sehingga tidak ada jantan yang membuahi.  Mereka melakukan parthenogenesis untuk menghasilkan sang jantan agar dapat membentuk populasi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berasal dari Australia

Ternyata, komodo bukanlah berasal dari Tanah flores.  Fosil pertamanya memperlihatkan bahwa binatang ini sudah berada di Australia sekitar 4 juta tahun yang lalu dan termasuk dari golongan biawak.  Binatang besar dengan bobot dapat mencapai 100 kg ini mulai punah 50.000 tahun yang lalu ketika manusia masuk dan menempati kehidupan mereka.  Ia menyebar ke timur (Pulau Flores) ketika permukaan laut lebih rendah dan landas kontinen lebih terpapar.  Perubahan tinggi muka laut yang menjadikan si naga terbatas pada wilayahnya sekarang.  Ia adalah predator tertinggi di kepulauan flores sehingga bertahan sampai sekarang.

Inspirasi sejumlah film

Komodo yang diyakini adalah evolusi dinosaurus ini menginspirasi Merian Cooper untuk membuat Film King Kong.  Bahkan huruf K dari King Kong berasal dari Komodo.  Selain itu, Steven Spielberg berkunjung ke pulau ini untuk mendapatkan inspirasi dalam membuat film Jurassic Park

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *