Selusuri Arsitektur Jepang Abad Pertengahan di Himeji Castle

Berjalan lurus setelah keluar dari Stasiun Himeji, tampak bangunan indah menjulang, putih dan tinggi yang dikenal dengan nama Himeji Castle.  Semakin mendekat ke istana tersebut, terlihat bebatuan besar menjadi penopang bangunan yang dulunya bernama Himeyama Castle ini.  Istana Himeji juga dikenal sebagai Istana Bangau Putih (White Heron Castle) karena warna bangunannya yang putih dan menjulang tinggi.  Istana Himeji merupakan salah satu dari istana utama di Jepang selain Matsumoto Castle dan Kumamoto Castle.  Karenanya, istana ini tercatat sebagai salah satu bangunan yang ditetapkan UNESCO sebagai world heritage.

Baca juga : 10 Tempat Menikmati Sakura di Jepang

Kilas Balik Himeji Castle

Sekitar 1 jam dari Osaka, istana ini dapat ditempuh dengan menggunakan kereta cepat Jepang (shinkansen).  Istana Himeji  terletak di Prefektur Hyogo yaitu wilayah yang menjadi pusat transportasi penting di area Jepang sejak dulu.  Adalah seorang samurai bernama Akamatsu Sadanori yang mendirikan Istana Himeji pada abad ke-17.  Akamatsu Norimura bertanggung jawab sebagai penjaga Provinsi Harima dan mengemban tugas dari Imperial Prince Morinaga untuk menundukkan Hojo clan.  Istana Himeji dibuat sebagai benteng di lahan di Bukit Himeyama yang tadinya adalah rumah putranya, Sadonoro.  Anaknya inilah yang kemudian memperluas pembangunan Himeji Castle yang dimulai pada 1346.

Pada masa itu, Jepang memang mengalami perang saudara sehingga istana-istana dibangun sebagai pusat pertahanan dan penyimpanan bahan-bahan perang seperti stok makanan dan amunisi.  Istana-istana di Jepang umumnya berada di lokasi yang strategis seperti dekat dengan jalan utama dan di pinggir sungai untuk memudahkan transportasi.

Pembangunan Istana Himeji belum benar-benar selesai sampai 1618 oleh Honda Tamadasa, seorang bangsawan.  Setelah masa Akamatsu Sadanori, beberapa bangsawan memang tinggal di istana ini dan menambahkan beberapa bangunan.  Tercatat dalam sejarah yang menambahkan bangunan disitu seperti Kurodas  pada 1555-1561atas ijin tuan mereka.  Disambung oleh Masamoto Kodera pada 1580, kemudian Toyotomi Hideyoshi yang menambahkan sebuah bangunan utama bertingkat tiga dan Ikeda Terumasa yang membangun menara utama yang megah dengan tiga menara kecil di sekitarnya dengan bantuan keuangan dari Pemerintah Tokugawa.

Bangunan yang Spektakuler

Kastil Himeji merupakan salah satu dari dua belas istana di Jepang yang masih orisinil karena tidak dihancurkan.  Pemerintahan jaman Edo pernah mengeluarkan Kebijakan “Satu Negara Satu Istana” dan menghancurkan bangunan-bangunan yang dianggap tidak berguna.  Jumlah istana juga semakin berkurang karena banyak yang mengalami kebakaran.  Kondisi ini diperparah karena ketika Restorasi Meiji terjadi, pemerintah mengeluarkan kebijakan “Penghancuran Istana” yang bahan bangunan dipakai sebagai angkatan bersenjata Jepang. Pemerintah juga menggunakan bekas istana sebagai pangkalan militer karena lokasinya yang strategis.  Pada Perang Dunia II, istana kemudian menjadi sasaran pengeboman seperti Hiroshima Castle yang habis terbakar.

Istana Himeji sempat rusak parah karena terkena bom dua kali pada tahun 1945.  Namun restorasi bangunan benteng dimulai kembali pada 1956.  Sebelum kejadian ini, Istana Himeji memang tidak pernah diserang atau digunakan untuk pertempuran, salah satunya adalah karena bangunannya sangat kuat sebagai pertahanan dan jalannya yang seperti labirin sehingga mengakibatkan musuh mudah tersesat.

Para perancang Istana Himeji memang menggunakan letak geografisnya yang strategis sebagai benteng pertahanan, salah satunya dengan adanya tiga lapis parit yang berfungsi sebagai garis pertahanan.  Ketiga parit ini juga selalu penuh air yang membuat rintangan akan semakin sulit.

Tiga lapis parit mengelilingi Himeji Castle ini sebagai bentuk pertahanan awal (bungakrisan)
Tiga lapis parit mengelilingi Himeji Castle ini sebagai bentuk pertahanan awal (bungakrisan)

Terdapat 84 gerbang yang dibentengi kayu dan batu.  Dinding komplek utama memiliki fungsi untuk melempar batu dan air mendidih jika musuh datang.  Ada lubang di dinding untuk melempar musuh dengan berbagai senjata seperti panah.

Tembok batu yang dibangun miring setinggi 15 meter inilah membuat nyali musuh menciut (bungakrisan)
Tembok batu yang dibangun miring setinggi 15 meter inilah membuat nyali musuh menciut (bungakrisan)

Himeji castle sendiri berdiri diatas Tanah seluas 107 hektar yang terdiri dari 83 bangunan dan dindingnya diberi sentuhan plester putih sehingga disebut Istana Bangau Putih tadi.  Area utama terdiri dari satu donjon utama dan tiga bangunan sekunder.   Sebagai bagian dari bangunan abad pertengahan, terdapat menara utama yang tingginya 150 kaki yang memungkinkan kita melihat seluruh kota Himeji.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pemandangan dari menara atas Himeji Castle (bungakrisan)

Ukuran keseluruhan kompleks di Istana Himeji adalah 140 meter di bagian timur dan barat serta 125 meter di utara dan selatan. Menara utama dihubungkan oleh koridor dan lorong ke menara lainnya, membentuk pelataran dalam.  Ada juga tempat di wilayah tenggara untuk samurai melakukan bunuh diri yang dinamakan harakiri-maru.    Bentuk istana di dalam begitu rumit yang tidak terlihat dari luar sehingga musuh mudah terkecoh.  Beberapa bangunan lainnya juga berfungsi sebagai tempat tinggal dan gudang.  Desain Himeji Castle spiral dengan kompleks utama yang terletak di tengahnya, dimana bangunan dan lobang yang tersisa berkeliling dan terlindungi.

Arsitek istana ini, terutama pada pemerintahan Terumasa mampu mengubah unsur dasar alam, yaitu batu, kayu, dan air menjadi halus dan elegan yang digabunggkan dengan struktur pertahanan militer feudal.  Himeji castle pun menjadi peninggalan terbaik arsitektur istana Jepang abad pertengahan yang sempurna (bungakrisan)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *