Hamparan Panorama Gunung Papandayan

“A volcano may be considered as a canon of immense size”

-Oliver Goldsmith”

Ungkapan ini sangat menggambarkan Gunung Papandayan. Keindahan setiap sudutnya mampu direkam oleh kamera jenis apapun dengan sangat indah.  Setiap langkah menyusuri gunung berapi ini, para pendaki disuguhi oleh suasana yang berbeda namun mendebarkan. Gunung Papandayan  terletak di Garut, Jawa Barat dengan ketinggian 2665 mdpl dan terakhir meletus pada 2002 lalu.  Letusan terbesar gunung yang masih aktif ini terjadi pada 1972 dan mengubur 40 desa serta 3000 orang menjadi korbannya.

Akses menuju gunung ini sangatlah mudah.  Dari Garut, silahkan menuju ke alun-alun Cisurupan dan Anda sudah tinggal selangkah lagi menuju gerbang Gunung Papandayan.  Sayangnya, tarif masuk kesini mahal sejak dikelola oleh swasta beberapa waktu lalu.  Saya sendiri terkena tarif Rp. 30.000, itu juga karena kebetulan tukang ojek yang mengantar mantan karyawan konservasi di situ dan membantu “menjaga” harganya.  Kabarnya jika naik mobil ataupun camping akan dikenai tarif lebih mahal lagi. Kebetulan saya bertemu dengan turis Korea Selatan dan ia mengeluhkan dikenai tarif 10 kali lipat dari tarif biasa.

Seluruh keluh kesah soal tarif terbayar saat menjejakkan kaki di gerbang menuju ke atas.  Sungguh pemandangannya terlalu indah untuk dijelaskan.

Pemandangan pertama naik Gunung Papandayan
Pemandangan pertama naik Gunung Papandayan (bungakrisan)

Kawah Papandayan

Jalur pendakian Gunung Papandayan tidaklah terlalu berat dan tanjakannya juga tidak drastis.  Setelah melewati gerbang, kita akan mengalami berada dekat dengan kawah.  Menurut beberapa sumber, ada 14 kawah di Gunung Papandayan dan yang terbesar adalah Kawah Mas.  Bau belerang lumayan menusuk, namun tidak mengganggu.

Lanskap di Kawah Gunung Papandayan
Kawasan kawah Gunung Papandayan (bungakrisan)

 

Air mengalir di sekitar kawah
Air mengalir di sekitar kawah (bungakrisan)
Masyarakat setempat mengantarkan barang-barang ke tempat camping dengan mengendarai motor
Masyarakat setempat mengantarkan barang-barang ke tempat camping dengan mengendarai motor (bungakrisan)
Merasakan dekat dengan kawah Papandayan
Merasakan dekat dengan kawah Papandayan (bungakrisan)

Pondok Salada

Fasilitas untuk pendaki lengkap disini
Fasilitas untuk pendaki lengkap disini (bungakrisan)

Di sini tempat para pendaki membangun tendanya.  Fasilitas di Gunung Papandayan memang cukup baik.  Bayangkan saja, toilet sudah dapat kita temukan sejak di kawasan kawah.  Di Pondok Salada ini, musholla dan juga warung tersedia.  Cukup nyaman untuk para pendaki melepas lelah disini.

Hutan Cantiqi dengan pohon-pohon yang mencekam
Hutan Cantiqi dengan pohon-pohon yang mencekam (bungakrisan)

Dari kawasan kawah menuju Pondok Salada, kita harus melewati Hutan Cantiqi.  Sebelum masuk Hutan Cantiqi, kita melewati sungai yang airnya jernih dan dingin.  Sepanjang jalan kita dapat melihat hamparan dan lanskap Gunung Papandayan yang menakjubkan.

Tiap sudut Gunung Papandayan terlihat cantik (bungakrisan)
Tiap sudut Gunung Papandayan terlihat cantik (bungakrisan)
Sungai di Gunung Papandayan (bungakrisan)
Sungai di Gunung Papandayan (bungakrisan)
Airnya jernih dan dingin
Airnya jernih dan dingin (bungakrisan)

Tujuan puncak pendaki Gunung Papandayan adalah Tegal Alun yaitu Padang Bunga Edelweis.  Namun, kebun Bunga Edelweis sudah dapat dilihat disini.  Saat ini di sekitar Pondok Salada sudah mulai ditanami Bunga Edelweis yang mulai besar sehingga kita sudah bisa menikmati pemandangannya  di sini.

Padang Bunga Edelweis di Pondok Salada (bungakrisan)
Padang Bunga Edelweis di Pondok Salada (bungakrisan)
Bunga Edelweis cukup dinikmati disini dan tidak untuk dipetik kemudian dibawa pulang (bungakrisan)
Bunga Edelweis cukup dinikmati disini dan tidak untuk dipetik kemudian dibawa pulang (bungakrisan)
Bunga Edelweis sudah mulai banyak
Bunga Edelweis sudah mulai tumbuh besar (bungakrisan)
Bahagia habis lihat Bunga Edelweis
Bahagia setelah melihat Bunga Edelweis (bungakrisan)

Hutan Mati

Inilah spot terbaik. Hutan mati dapat dilalui melalui Pondok Salada atau langsung setelah melewati kawah dengan track yang cukup curam.  Hutan ini terbentuk setelah letusan terakhir pada 2002.  Kabut sudah mulai turun dan menghalangi pandangan saat saya tiba di Hutan Mati.  Tapi sungguh seperti masuk dalam dunia magis layaknya hidup menjadi Harry Potter.

Ada danau kecil di Hutan Mati
Ada danau kecil di Hutan Mati (bungakrisan)
Sisa jalan lava
Sisa jalan lava (bungakrisan)
hutan-mati-3
Menunggu diselamatkan Dumbledore (bungakrisan)
hutan-mati-2
Cukup mencekam dan dramatis (bungakrisan)

Sayangnya, kabut sudah tebal sekali sehingga saya tidak sampai ke Tegal Alun.  Mungkin Februari 2017 nanti ke sana lagi dan mengunjungi setiap sudutnya.

Siapa yang mau ikut?

Kabutnya tebal sekali
Kabut di Gunung Papandayan yang tebal sekali (bungakrisan)

 

 

 

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *