Mendaki Gunung Pancar yang Melelahkan dan Penuh Misteri

Mendaki Gunung Pancar memang melelahkan karena tracknya dan penuh dengan misteri karena banyaknya orang-orang yang berziarah ke puncak.  Pernah sebelumnya saya ceritakan bagaimana Gunung Lembu di Purwakarta yang pendek namun track yang dilalui terjal dan menanjak (baca Nikmati Pemandangan Waduk Jatiluhur dari Gunung Lembu). Mendaki Gunung Pancar yang tingginya hanyalah 800mdpl ini, lebih melelahkan daripada Gunung Lembu karena tidak ada track landainya.  Baik naik maupun turunnya butuh tenaga dan menguras keringat.

Wisatawan biasanya mengenal Taman Wisata Alam Gunung Pancar yang saat ini dikelola oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) yang letaknya di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Di taman ini, biasanya para pengunjung bersama para keluarga berpiknik, berfoto bersama ataupun menikmati pemandian air panas.  Banyak juga yang camping di hutan pinus gunung Pancar dan juga menikmati glamcamp yang disediakan.

Track Gunung Pancar yang Kejam

Butuh tenaga dan kehati-hatian ekstra untuk naik dan turun gunung ini (bungakrisan)
Butuh tenaga dan kehati-hatian ekstra untuk naik dan turun gunung ini (bungakrisan)

Mendaki gunung ini bisa lewat beberapa tempat.  Para pendaki yang ingin menikmati curug-curug di belakang Sentul City, dapat bermain terlebih dahulu ke curug baru melakukan pendakian.  Banyak orang-orang yang naik sepeda melewati jalur ini.  Akses termudah adalah melalui Taman Wisata Alam.  Kita biasanya akan dimintai uang masuk oleh petugas Taman Wisata dari KLHK.  Uniknya, bak pungli, mereka hanya meminta uang tanpa ada tiket resmi diberikan kepada kita, walaupun kita minta.  Jadilah banyak pengunjung yang melakukan tawar menawar harga dengan para petugas.

Jalan Tanah yang berbukit sering dijadikan tempat bersepeda (bungakrisan)
Jalan Tanah yang berbukit sering dijadikan tempat bersepeda (bungakrisan)

Track pendakian dimulai sesudah lokasi pemandian air panas.  Sebelum masuk ke Gerbang Desa Karang Tengah, kita akan menemukan jalan ke kanan menuju puncak gunung.  Jika ke kiri, ada puncak kedua gunung ini, yaitu Pasir Astana yang lebih rendah dan juga banyak dikunjungi peziarah.  Menurut Aziz, pemuda lokal, menuju puncak Pasir Astana hanya sekitar 45 menit dan di atasnya juga terdapat makam.

Jalan setelah pemandian air panas menuju gerbang Desa Karang Tengah (bungakrisan)
Jalan setelah pemandian air panas menuju gerbang Desa Karang Tengah (bungakrisan)
Sebelum Gerbang Desa Karang Tengah ini terdapat jalan untuk menuju puncak (bungakrisan)
Sebelum Gerbang Desa Karang Tengah ini terdapat jalan untuk menuju puncak (bungakrisan)

Pendakian menuju Gunung Pancar dimulai dengan melewati hutan pinus yang cantik dan penuh dengan buah-buahnya yang berjatuhan di tanah.

Pohon pinus yang coklat di kaki Gunung Pancar (bungakrisan)
Pohon pinus yang coklat di kaki Gunung Pancar (bungakrisan)
Memulai jalur pendakian dengan memasuki hutan pinus yang cantik (bungakrisan)
Memulai jalur pendakian dengan memasuki hutan pinus yang cantik (bungakrisan)
Jalan di dalam hutan pinus yang sudah mulai menanjak (bungakrisan)
Jalan di dalam hutan pinus yang sudah mulai menanjak (bungakrisan)

Mulai jalur pendakian, kita akan mencium bau pandan yang kuat.  Rupanya, masyarakat sekitar menanam pohon-pohon pandan di sekitar wilayah pendakian.

Semakin masuk ke dalam hutan, bau pandan yang harum mulai tercium (bungakrisan)
Semakin masuk ke dalam hutan, bau pandan yang harum mulai tercium (bungakrisan)
Tumbuhan pandan yang ditanam oleh masyarakat sekitar di sekitar hutan pinus (bungakrisan)
Tumbuhan pandan yang ditanam oleh masyarakat sekitar di sekitar hutan pinus (bungakrisan)

Setelah keluar dari hutan pinus, kita akan naik ke daerah bebatuan, dimana tanjakan akan semakin meruncing, bahkan ada beberapa tanjakan dimana wajah dapat bertemu lutut.

Daerah bebatuan dengan track yang ekstrim (bungakrisan)
Daerah bebatuan dengan track yang ekstrim (bungakrisan)

Di beberapa gunung, kita akan mendapatkan istirahat dengan beberapa track landai.  Jangan harapkan keistimewaan itu kita dapatkan di gunung ini.  Tidak ada istilah jalan landai.  Semuanya menanjak dan melelahkan.  Di beberapa titik lembah, kita dapat melihat puncak lain seperti Bukit Hambalang yang gundul karena dibuat jalanan pembangunan.  Tampak pula dari atas hutan pinus yang sangat cantik.

Puncak bukit lain yang mengelilingi Sentul dapat terlihat dari lembah Gunung Pancar (bungakrisan)
Puncak bukit lain yang mengelilingi Sentul dapat terlihat dari lembah Gunung Pancar (bungakrisan)
Pepohonan yang cantik menjadi bonus lelahnya pendakian (bungakrisan)
Pepohonan yang cantik menjadi bonus lelahnya pendakian (bungakrisan)

Setelah tanjakan batu selesai, maka kita akan melewati tanjakan tanah yang jika hujan pasti licin.  Kita akan terus naik dan selama perjalanan kita akan berpapasan dengan para peziarah.  Sebelum Kramat 1, begitu masyarakat menyebut pos 1 yang terdapat dua makam ini, ada tempat duduk untuk kita beristirahat sebentar.  Kemudian kita berjalan lagi sekitar 15-20 menit untuk mencapai Kramat 1.

Tempat peristirahatan menuju Kramat 1 (bungakrisan)
Tempat peristirahatan menuju Kramat 1 (bungakrisan)
Terdapat dua makam di Kramat 1 (Pos 1) pendakian (bungakrisan)
Terdapat dua makam di Kramat 1 (Pos 1) pendakian (bungakrisan)

Dari Kramat 1 menuju Kramat 2, track nya tidak semenanjak sebelumnya.  Tetapi tetap tidak ada track yang landai.  Sekitar 20 menit berjalan, akan terlihat bendera merah putih dan bangunan yang isinya adalah makam. Terdapat 3 makam di puncak gunung.

Jalan masih menanjak menuju Kramat 2 (bungakrisan)
Jalan masih menanjak menuju Kramat 2 (bungakrisan)
Jalan menuju Kramat 2 lebih ramah dan sudah dipasang pegangan dari bambu (bungakrisan)
Jalan menuju Kramat 2 lebih ramah dan sudah dipasang pegangan dari bambu (bungakrisan)
Merah Putih dipasang di Puncak Kramat 2 (bungakrisan)
Merah Putih dipasang di Puncak Kramat 2 (bungakrisan)

Gunung ini adalah gunung yang kering dan tidak ada matahari, sehingga bawalah air minum yang cukup untuk sampai di puncak dan turun kembali agar tidak dehidrasi.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Misteri Gunung Pancar

Ketika mendaki, kita akan bertemu dengan banyaknya peziarah yang naik ke gunung ini.  Mulai dari kakek-nenek, dan bahkan saya bertemu dengan anak umur dua-tiga tahun yang merangkak naik.  Apa sebenarnya yang mereka cari?

Tidak hanya orang tua, kakek dan nenek, bayi pun diajak berziarah (bungakrisan)
Tidak hanya orang tua, kakek dan nenek, bayi pun diajak berziarah (bungakrisan)

Masyarakat setempat menamai gunung ini dari kata Pancer yang berarti tonggak atau pasak. Mereka percaya jika gunung ini hancur, maka alam semesta juga akan hancur karena tidak lagi memiliki penyangga.  Mereka percaya secara turun temurun bahwa gunung ini adalah awal dan sekaligus akhir bumi kita.  Alkisah yang diceritakan nenek buyut masyarakat setempat, bahwa awal mula kehidupan, bumi seringkali berguncang dan memporak-porandakan isinya.  Akibat dari goncangan itu, munculah gunung ini ke permukaan bumi.

Gunung ini juga dipercaya sebagai pusat mahluk halus dan jika kiamat, mereka akan berperang disini.  Para peziarah mengunjungi makam-makam keramat sesepuh desa setempat seperti Mbah Haji Dalem Putih dan anaknya, Mama Haji Mas Putih dan beberapa tokoh lainnya.

Peziarah berdoa di makam dengan motif yang berbeda-beda (bungakrisan)
Peziarah berdoa di makam dengan motif yang berbeda-beda (bungakrisan)

Para peziarah menyewa jasa porter anak-anak desa setempat untuk membawa air doa ke atas. Bahkan diantaranya membawa perlengkapan menginap.  Mereka ada yang mencari wangsit ataupun pusaka seperti keris dan benda-benda lain yang dipercaya tersimpan dalam gunung ini.  Ada sebuah benda pusaka yang menjadi buruan para peziarah yaitu Besi Koneng yang kabarnya memiliki kesaktian dan peninggalan salah satu sesepuh. Pada malam-malam tertentu, di atas puncak, sering terlihat cahaya yang terang dan menyilaukan yang dipercaya berasal dari pusaka tersebut.

Taman Wisata Alam

Jika Anda hanya ingin mendapatkan tempat piknik yang terbuka dengan hutan pinus yang coklat, maka cukup kunjungi Taman Wisata Alamnya.  Disini, terdapat banyak warung dan tempat duduk, ada pula penginapan, tempat camping dan glamping serta tempat bermain bagi anak-anak.

Mana yang membuat Anda tertarik ke Gunung Pancar?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

.OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

3 comments on “Mendaki Gunung Pancar yang Melelahkan dan Penuh Misteri

  1. Kak itu trek buat muncaknya jelas ya ?
    Apa emang udah ada penunjuk arahnya ?

    • Chrysanthi Tarigan

      Hi Rachmat,
      Trek nya memang agak ga jelas. Sebelum ke pemandian air panas, kamu ambil jalan ke kanan menuju desa, agak naik jalanannya. Sebelum masuk ke desa, kamu ambil jalan ke kanan dan mulai masuk ke hutan. Kalau ragu, tanya aja orang di desa itu, biasanya mereka memang standby disana karena banyak peziarah yang naik dan minta bantuan dibawakan barang2.

      Jangan lupa bawa air minum yang banyak yah, soalnya trek nya agak ekstrim.

      Selamat naik Gunung Pancar

      • Oke deh ka, thanks ya infonya.
        #salamlestari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *