Nikmati Pemandangan Waduk Jatiluhur dari Gunung Lembu

Tidak begitu tinggi.  Gunung Lembu ini terbilang pendek karena hanya memiliki ketinggian 792 Mdpl.  Tapi, jangan sekali-sekali meremehkan gunung yang terletak di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta ini,  Medannya lumayan berat.  Untuk naik biasanya memerlukan waktu sekitar 1,5-2,5 jam, tergantung kondisi dan kemampuan masing-masing orang.  Kabarnya, Gunung Lembu lebih mudah medannya dibandingkan dengan Gunung Bongkok dan Gunung Parang yang letaknya bersebelahan.

Masih segar karena baru melewati gerbang masuk gunung
Masih segar karena baru melewati gerbang (bungakrisan)

Disebut Gunung Lembu karena jika dilihat dari kejauhan mirip lembu tidur. Gunung ini terdiri dari 3 pos sampai ke puncak.   Sejak awal, pendaki harus melewati tanjakan 45-60 derajat dengan menyusuri hutan bambu yang sangat rindang.  Di awal tanjakan, kita dibantu dengan tangga dan pegangan bambu, namun selanjutnya alas tanah dan pasir yang jika hujan akan sangat licin.

Pegangan bambu yang membantu para pendaki
Pegangan bambu yang membantu para pendaki (bungakrisan)

 

Jangan takut kelaparan di Gunung Lembu, karena di Pos 1 dan Pos 2 ada beberapa warung yang menjual makanan dan minuman.  Bahkan di puncak ada warung yang buka pada akhir pekan.  Setelah pos 2, kita dapat melihat sedikit demi sedikit indahnya Waduk Jatiluhur.  Mendekati puncak, kita juga akan mendengar suara monyet-monyet atau bahkan bertemu langsung.  Jangan lupa amankan barang yang kita bawa karena biasanya mereka suka mencuri makanan yang kita bawa.

Sayangnya, sepanjang jalan di Gunung Lembu ini sangat banyak sampah-sampah dari para pendaki.  Padahal di Pos pendakian disediakan tempat sampah.  Mudah-mudahan semakin banyak pendaki yang sadar untuk membuat gunung di Indonesia tetap bersih.

Kalau terlalu berat bawa barang, ada jasa porter disini
Pemandangan setelah Pos 2 (bungakrisan)

Batu Lembu

Setelah tiba di puncak Gunung Lembu, jangan terkecoh turun kembali ke Pos 2.  Memang puncak yang berada di Pos 3 tidak terlihat istimewa.  Teruslah berjalan sekitar 15 menit lurus, maka kita akan tiba di Batu Lembu.  Di sinilah para pendaki mendirikan tenda dan turun melihat Waduk Jatiluhur.  Pemandangan yang luar biasa akan kita lihat di sini. Duduk dan nikmati indahnya Waduk Jatiluhur.

Nikmati indahnya Waduk Jatiluhur di Batu Lembu
Nikmati indahnya Waduk Jatiluhur di Batu Lembu (bungakrisan)
Pemandangan di Batu Lembu menjelang malam hari
Pemandangan di Batu Lembu menjelang malam hari (bungakrisan)

How to Get there

  1.  Keluar dari tol Purwakarta, langsung belok kanan dan cari Pasar Sukatani
  2.  Di sebelah Pasar Sukatani ada gerbang, lurus dan lewati rel kereta api
  3.  Ikuti jalan yang makin sempit dan masuk ke kampung sampai tiba di area parkir Gunung Lembu

Yang perlu diketahui

  1.  Jarang ada penunjuk jalan menuju ke Gunung Lembu, banyaklah bertanya  jika tidak ingin tersesat
  2.  Biaya masuk seikhlasnya
  3.  Bawa air yang cukup karena tidak ada mata air.  Namun ada warung di setiap pos untuk membeli makanan dan minuman
  4.  Pakai sepatu yang nyaman untuk hiking dan melindungi kita dari cedera
  5.  Karena wilayah ini dipenuhi hutan bambu, bawalah lotion anti nyamuk untuk melindungi kulit kita
  6.  Bawa jaket yang tahan angin terutama dipakai di area Batu Lembu

Selamat Mendaki !!

Bunga di Gunung Lembu. Jangan dipetik yah...
Bunga di Gunung Lembu. Jangan dipetik yah…

 

 

 

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *