Danau Jayamix: dulunya bukit, sekarang…..

Saat ini banyak bekas sekali bekas tambang yang dibuka untuk tempat pariwisata, tak terkecuali Danau Jayamix (baca juga : Warna Air di Danau Biru Cigaru Cisoka).  Terletak di Rumpin tepanya di Kampung Nunggaherang, Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Danau ini sering disebut dengan Danau Jayamix atau Danau Quarry karena merupakan bekas tambang dari Perusahaan Jayamix.  Jayamix sendiri merupakan perusahaan pemasok beton siap pakai (ready mix concrete) yang sahamnya dimiliki oleh Boral International, Pty. Ltd. (Australia) dan Perusahaan induk Jaya Group, PT. Pembangunan Jaya.

Biasanya, orang yang datang ke Danau Jayamix ini mampir setelah mendaki Gunung Munara yang berada sekitar 5 km dari letak danau (baca juga: Napak Tilas Situs di Gunung Munara Rumpin).  Di tengah kesedihan kita melihat gunung-gunung yang mulai menghilang akibat penambangan pasir dan jalanan yang hancur karena truk-truk bermuatan berat, Danau Jayamix ini menjadi perhatian tersendiri dari wisatawan.

Jalanan masuk menuju ke Danau Jayamix (bungakrisan)
Jalanan masuk menuju ke Danau Jayamix (bungakrisan)
Danau ini dibuka untuk umum dan dikelola oleh warga sekitar (bungakrisan)
Danau ini dibuka untuk umum dan dikelola oleh warga sekitar (bungakrisan)

Menurut seorang penjaga warung yang ada di sekitar danau, saat ini pengelolaan tujuan wisata baru ini memang dikelola oleh warga.  “Dulu tempat ini bukit seperti itu (menunjuk pada tempat tertinggi di sekitar lokasi).  Terus Jayamix datang dan ngambil pasir sama batu disini.  Setelah ditinggalkan lalu mulai keluar air,” ujarnya.

Lalu apakah air yang ada di danau adalah tampungan dari air hujan?  “Kalau air hujan bisa habis.  Bukan, ini mata air yang keluar memenuhi bekas tembang,” ujar ibu penjual kopi itu.  Danau ini memang mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak setahun yang lalu.  “Danau ini dalamnya paling dangkal 10m, kemudian 30m dan yang di ujung sebelah kanan itu sangat dalam, 75m.”  jelas si ibu lebih lanjut.  “Waktu dulu Jayamix ngebor tempat ini, warga suka nonton.  Saya juga nonton waktu gunungnya dihancurin sampai keluar air kayak gini,” tambahnya lagi.

Kedalaman danau ini mencapai 75m (bungakrisan)
Kedalaman danau ini mencapai 75m (bungakrisan)

Karena mulai banyak yang berdatangan, maka warga sekitarpun mengelola kawasan ini menjadi tempat pariwisata agar mendapat keuntungan dari tempat ini.  “Warga harus dapat sesuatu, makanya terus kami kelola.  Pelan-pelan kami taruh ikan di danau.  Sekarang sudah mulai banyak, jadi bisa buat tempat pemancingan,” jelas si ibu,

Selain dari ikan, warga juga terlihat mengambil keuntungan dari perahu-perahu yang disewakan untuk menyeberangi danau.  Perahu yang digunakan menggunakan tali yang ditarik oleh tukang perahu sehingga tidak akan lari kemana-kemana.

Setidaknya, dengan dikelolanya danau ini menjadi tempat wisata, warga sekitar yang seharusnya mendapatkan manfaat dari alam sekitarnya, saat ini mendapatkan tambahan penghasilan dari Danau Jayamix.  (bungakrisan)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *