Warna Air di Danau Biru Cigaru Cisoka

Madura punya Bukit Jaddih, Tangerang juga punya Danau Biru Cigaru Cisoka.  Keduanya merupakan bekas tambang dan saat ini menjadi tujuan wisata.  Bedanya, Danau Biru Cigaru Cisoka memang belum setenar Bukit Jaddih.  Danau ini baru saja mulai diperbincangkan orang sejak tahun lalu karena warna airnya yang bagus serta lanskapnya yang cantik.  Terdapat tiga danau di tujuan wisata ini, yaitu yang kedalamannya 6m, 8m dan 12m. Danau yang kedalamannya lebih dangkal berwarna hijau sedangkan yang paling dalam berwarna biru.

Danau ini terletak di Kabupaten Tangerang tepatnya di Desa Cisoka.  Dulunya, warga disini menggantungkan diri dari penambangan pasir. Terdapat sebuah patung badak milik Badak Group yang menurut warga sekitar adalah salah satu pemilik danau.  “Danau yang pertama yang kedalamannya 6m itu punyanya bos (Badak Group). Saya dulu ikutan gali pasir disini.  Danau yang ini kita gali selama 10 tahun.  Danau yang lain milik pribadi, nambangnya pakai alat, ” ujar Pande, mantan penambang pasir.

Patung milik Badak Group dipasang di depan danau di kedalaman 6m (bungakrisan)
Patung milik Badak Group dipasang di depan danau di kedalaman 6m (bungakrisan)

Sejak setahun yang lalu, lokasi ini memang tidak boleh lagi menjadi tempat penggalian pasir.  “Merusak lingkungan,” jelas Pande.  Bapak paruh baya ini melanjutkan bahwa setelah penggalian pasir dihentikan, maka keluarlah air yang indah.  Kata Pande, “Ada dua mata air disana, jadi mungkin mengalir ke danau.”  Adanya mata air ini memang belum dibuktikan secara ilmiah.  Belum ada referensi mengenai hal ini.

Beberapa bulan yang lalu, pemerintah Kabupaten Tangerang sempat mengunjungi tempat ini dan mengatakan bahwa potensi wisata Danau Biru ini memang harus dikembangkan agar warga sekitar beralih profesi. Dilansir di beberapa media massa, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar pernah menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tugas untuk memperbaiki infrastruktur tujuan wisata baru ini.  Karena dulunya adalah lokasi penambangan pasir, maka jalan masuk ke danau ini belum begitu bagus.  Penunjuk jalan yang minim serta infrastuktur seperti toilet juga belum ada.

Hanya spanduk kecil ini saja yang menjadi tanda penunjuk masuk (bungakrisan)
Hanya spanduk kecil ini saja yang menjadi tanda penunjuk masuk (bungakrisan)
Di balik rimbunan bambu inilah letak Danau Biru
Di balik rimbunan bambu inilah letak Danau Biru (bungakrisan)

Tidak hanya fasilitas pendukung yang belum ada, penunjuk dan sarana keselamatan juga minim.  Pagar yang dibuat sudah mulai rusak dan belum ada tanda-tanda peringatan kepada pengunjung.  Padahal, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tangerang, Hadisa Mahsyur pernah mengatakan bahwa kadar keasaman airnya cukup tinggi sehingga tidak dapat diminum.  Namun peringatan mengenai hal ini belum ditemukan di sekitar lokasi wisata.

Pagar di danau kedalaman 12 m sudah mulai rusak (bungakrisan)
Pagar di danau kedalaman 12 m sudah mulai rusak (bungakrisan)
Saung kecil di dekat danau biru (bungakrisan)
Saung kecil di dekat danau biru (bungakrisan)

Jika dikelola dengan baik, tentu saja wilayah berpotensi menjadi tujuan wisata.  Tidak dapat dipungkiri, dengan warna pasirnya yang putih serta warna air yang berbeda di setiap danau membuat kita menikmati pemandangan cantik disini.

Indahnya Danau Biru Cigaru Cisoka (bungakrisan)
Indahnya Danau Biru Cigaru Cisoka (bungakrisan)

Ade, salah seorang pengunjung mengatakan bahwa ia sangat menikmati suasana disini. “Bagus warna danaunya.  Saya juga tau tempat ini dari teman-teman.  Kita sudah sering ngobrolin tempat ini,” ujarnya

DanBiru Cigaru Cisoka yang minim fasilitas tetapi sangat indah (bungakrisan)
Danau Biru Cigaru Cisoka yang minim fasilitas tetapi sangat indah (bungakrisan)

Dengan potensi sebesar ini, maka Danau Biru Cigaru Cisoka akan menjadi tempat wisata yang menarik terutama letaknya dekat dengan Jakarta.  Semoga sarana dan prasarananya segera diperbaiki dan akan lebih banyak orang yang datang serta memberikan manfaat bagi warga sekitar (bungakrisan)

Para Pengunjung yang mulai berdatangan (bungakrisan)
Para Pengunjung yang mulai berdatangan (bungakrisan)
Warna airnya yang memukau (bungakrisan)
Warna airnya yang memukau (bungakrisan)
Naik perahu cukup membayar Rp.10 ribu/orang (bungakrisan)

cigaru-16

 

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *