10 Aktivitas yang tidak boleh dilewatkan di Bangkok

Bangkok yang terkenal dengan sebutan kota seribu pagoda ini memang benar adalah surganya para backpacker karena biaya hidup yang terjangkau, bahkan jauh dengan Jakarta.  Sistem kotanya sudah tertata dengan transportasi umum terintegrasi sehingga para turis nyaman untuk berpergian ke tempat-tempat wisata.  Jika kamu berkunjung pertama kalinya ke Bangkok, jangan lewatkan beberapa aktivitas berikut ini:

1. Naik Taksi Sungai Menyusuri Chao Phraya

Di Bangkok, kita dapat menghindari kemacetan dengan naik taksi sungai ini. Taksi ini juga menghubungkan kita ke tujuan-tujuan wisata (bungakrisan)
Di Bangkok, kita dapat menghindari kemacetan dengan naik taksi sungai ini. Taksi ini juga menghubungkan kita ke tujuan-tujuan wisata (bungakrisan)

Pada awal ’90an, warga kota Bangkok tidak dapat bergerak karena kemacetan yang parah di jalan-jalan.  Pemerintah kemudian memulai penambahan dan pengembangan jalan yang berakibat pada naiknya pembelian kendaraan pribadi.  Kemacetan pun kian parah.  Akhirnya, Pemerintah Thailand membuka wacana pembangunan moda transportasi seperti BTS (Bangkok Sky Train) yang selesai pada 1999.  Moda transportasi BTS ini memiliki jalur Silom (Saphan Taksin-National Stadium) serta jalur hijau muda yaitu Sukhumvit.  Di Saphan Taksin ini, kita dapat berpindah untuk naik taksi sungai.

Taksi sungai ini menghubungkan kita pada tempat-tempat wisata seperti Asiatique The Riverfront, Grand Palace, Wat Arun, Wat Pho dan floating market.  Dulunya Thailand memang memiliki banyak rawa-rawa yang kemudian dikembangkan menjadi transportasi air.

2.  Melihat Aktivitas Pasar Bunga

Aktivitas Pasar Bunga di Bangkok (bungakrisan)
Aktivitas Pasar Bunga di pagi hari (bungakrisan)

Bagi masyarakat di Thailand, bunga memiliki arti penting terutama untuk berdoa.  Harga bunga sangatlah murah disini.  Di Bangkok pasar bunga terbesar ada di Bangkok Flower Market (Park Klong Talad) yang lokasinya ada di Chak Phet Road di dekat Memorial Bridge.  Kamu bisa mampir kesini sebelum pergi ke Wat Pho di kota tua.  Tetapi waktu terbaik memang pada Pk. 3.00-4.00 dini hari di saat bunga datang dan masih segar.  Pasar ini sendiri buka 24 jam dan relatif sepi di siang hari.

3.  Mengagumi Patung Budha dengan panjang 46m di Wat Pho

Patung Reclining Buddha sepanjang 46 meter (bungakrisan)
Patung Reclining Buddha sepanjang 46 meter (bungakrisan)

Wat Pho merupakan kuil dengan lebih dari 1000 patung dan gambar Buddha yang awalnya bernama Wat Phra Chetuphon Vimolmangklararm.  Di dalam Wat Pho terdapat patung Reclining Buddha yang menceritakan Buddha beristirahat pada saat sakit sebelum menuju tahapan hidup berikutnya.  Patung dengan panjang 46m dan tinggi 15m yang berlapis emas dan behiaskan berlian di mata dan kakinya.

Pembangunan Wat Pho dilakukan pada 1788 yang kemudian direstorasi oleh Raja Rama III pada 1824-1851 dan terakhir dilakukan lagi restorasi pada 1982. Sebelum Wat Phro didirikan, tempat ini adalah pusat belajar pijat dan pengobatan Thai.  Ketika Raja Rama III melakukan restorasi, ia memasang teks mengenai pengobatan tradisional, ramuan obat-obatan dan puisi yang disebar di seluruh kuil.  Pada 1962, tempat belajar pengobatan dan pijat tradisional kemudian didirikan secara resmi.  Saat ini kita dapat merasakan layanan pijat Thai dan juga belajar di What Po Thai Traditional Medical School di kuil ini.  Pada 2008, Wat Pho menjadi salah satu situs yang dilindungi UNESCO.

4.  Menyusuri Grand Palace dan Wat Phra Kaew

Grand Palace, tempat Raja Thailand ini tempat Raja Thailand tinggal (bungakrisan)
Grand Palace, tempat tinggal Raja Thailand (bungakrisan)

Disinilah tempat Raja Thailand tinggal sejak 1782 (dulunya Raja Siam) bersama dengan pemerintahannya.    Pembangunan tempat ini dimulai pada 6 Mei 1782 atas perintah Raja Rama I ketika ia pindah dari Thonburi ke Bangkok. Penambahan elemen dan bangunan di Grand Palace dilakukan oleh setiap raja, terutama oleh Raja Rama V.  Saat ini, Grand Palace hanya digunakan untuk acara kenegaraan karena sejak 1925, keluarga kerajaan memang tidak pernah tinggal disini.

Di belakang Grand Palace, terdapat kuil paling sakral di Bangkok dengan nama Wat Phra Kaew (Temple of the Holy Jewel Image) dan terkenal dengan nama Temple of the Emerald Buddha.  Pusat dari kuil ini adalah Emerald Buddha, yaitu patung setinggi 2 kaki dimana tidak ada satupun yang boleh dekat dengan patung ini kecuali Raja Thailand.  Menurut cerita, Emerald Buddha adalah patung kuno dari Sri Lanka.  Namun sejarawan mengatakan bahwa patung ini dibuat pada abad ke 14 di Thailand. Biasanya ada ritual di kuil ini setahun sekali yang dilakukan oleh Raja.

What Phra Kaew dilihat dari Grand Palace (bungakrisan)
What Phra Kaew dilihat dari Grand Palace (bungakrisan)

5.  Menikmati Senja di Wat Arun

Wat Arun yang biasa disebut dengan Temple of the Dawn (bungakrisan)
Wat Arun yang biasa disebut dengan Temple of the Dawn (bungakrisan)

Kuil yang juga sering disebut dengan Temple of the Dawn ini dibangun pada masa Ayutthaya dan sebelumnya disebut dengan Wat Makok (Olive Temple).  Kuil ini berada di sebelah barat dari Sungai Chao Phraya.  Jika menjelang senja, kita dapat menyebrang kembali untuk melihat kuil ini dari kejauhan.

6. Bersenang-senang di Asiatique The Riverfront

Kompleks belanja dan lifestyle di Bangkok (bungakrisan)
Kompleks belanja dan lifestyle di Bangkok (bungakrisan)

Asiatique The Riverfront merupakan kompleks belanja dan lifestyle yang menempati bekas gudang sebuah perusahaan perdagangan.  Cerita mengenai Asiatique The Riverfront dapat dibaca di Bersenang-senang sambil Belajar di Asiatique The Riverfront

7.  Shop ’til drop

Salah satu night market di wilayah Pratunam (bungakrisan)
Salah satu night market di wilayah Pratunam (bungakrisan)

Belanja adalah salah satu tujuan turis datang ke ibu kota Thailand ini.  Barang-barang bagus dapat kita beli dengan harga murah.  Kamu bahkan dapat belanja 24 jam disini karena tersedia night market dan bahkan morning market yang sudah buka sejak subuh.  Kawasan belanja paling besar terdapat di area Pratunam.

8.  Makan buah sebanyak-banyaknya

Buah nangka yang segar ini dijual dengan harga 30 bhat (bungakrisan)
Buah nangka yang segar ini dijual dengan harga 30 bhat (bungakrisan)

Datang kesini pasti berburu durian Bangkok yah?  Jangan hanya makan durian saja, buah-buahan disini sangat enak, segar dan murah.  Thailand memang dikenal dengan pengembangan hasil pertanian yang luar biasa.  Jadi jangan heran jika buah-buahan dijual murah dengan kualitas yang sangat bagus.  Bahkan jus yang mereka jual adalah jus asli.  Kelapa mudanya kecil, namun sangat manis.

9.  Makan di Street Food

Street food semakin banyak tersedia di malam hari (bungakrisan)
Street food semakin banyak tersedia di malam hari (bungakrisan)

Makan di Bangkok mahal?  Hmmm…mungkin tidak kalau kamu makan di street food.  Selain hasil laut, kamu harus mencoba berbagai barbeque di street food.

10.  Pijat Thailand

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Belum afdol rasanya kalau belum menikmati pijat Thailand yang terkenal itu.  Pijat disini sangat murah dan seperti di Indonesia, tempat pijat tersebar dimana-mana.  Yang paling asik kalo kamu mencoba pijat di luar ruangan seperti banyak yang tersedia di night market maupun Khaosan Road. (bungakrisan)

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *