Nonton Atraksi Gajah: Yay or Nay

Pada kunjungan ke kota Pattaya, Thailand (baca: Jelajahi Sisi Lain dari Kota Pattaya ), saya tidak sengaja masuk ke dalam atraksi gajah.  Awalnya saya hanya berniat melihat taman indah di Nong Nooch Tropical Garden sekaligus menonton Thai Cultural Performance dengan membeli tiket terusan.  Setelah masuk ke dalam lokasi pertunjukan, ternyata saya telah melewatkan Thai Cultural Performance yang kemudian diarahkan ke tempat lain yang adalah atraksi gajah.

Sejak awal saya memang menolak untuk naik gajah ataupun menonton pertunjukan gajah lainnya.  Saya terlalu sering membaca ataupun menonton bagaimana gajah-gajah tersebut disiksa, dipisahkan dari ibunya untuk memuaskan kesenangan manusia.

Memang bagi kita terlihat lucu.  Saya sendiri awalnya cukup terhibur melihat bagaimana gajah-gajah tersebut beraksi.  Sebelum pertunjukan, para penonton dapat membayar dan memberikan tips serta makanan ke gajah untuk dapat berfoto bersama.

Penonton dapat membayar sejumlah uang untuk dapat foto sebelum atraksi gajah dimulai (bungakrisan)
Penonton dapat membayar sejumlah uang untuk dapat foto sebelum atraksi gajah dimulai (bungakrisan)

Di Thailand terutama, gajah memang menjadi atraksi utama bagi para turis.  Gajah menjadi simbol yang berarti agama, Negara dan bangsa.  Hampir di setiap tempat wisata, naik gajah dan pertunjukan gajah selalu ada.  Pisang dijual agar kita dapat memberi makan gajah dan berfoto bersama binatang berbelalai ini.

Bagaimana gajah dilatih?

Gajah dimanfaatkan untuk membantu manusia sejak 2000 SM dan bahkan untuk berperang.  Di India, gajah dilatih untuk membantu dalam industri kayu, festival keagamaan, iklan, atraksi gajah dan berbagai aktivitas lainnya.  Saat ini, gajah bahkan dilatih untuk mendeteksi keberadaan bom dan memadamkan kebakaran.

Mengambil hati anak gajah dengan memberi makan adalah cara yang paling baik untuk melatih namun membutuhkan waktu yang lama.  Seorang pelatih gajah haruslah membangun rasa percaya antara dirinya dengan gajah yang dilatih.  Jika perintah ditaati, maka pelatih akan memberi makan sebagai reward.  Pelatih gajah memiliki isyarat kepada gajahnya agar binatang besar ini menuruti perintahnya.  Biasanya pelatih menggunakan jempol kaki atau tumitnya dan juga menekan bagian telinga gajah.  Dibutuhkan waktu tiga sampai empat tahun agar gajah mengerti isyarat tersebut.  Sekali gajah mengerti, maka ia akan mengerti seluruh hidupnya. Riset yang diterbitkan jurnal Current Biology memang membuktikan bahwa gajah adalah mahluk yang paling pintar dengan bahasa isyarat.

Melatih gajah dewasa memang lebih sulit daripada melatih anak gajah dan karenanya banyak tempat atraksi gajah memilih untuk melatih gajah dari kecil.  Organisasi pembela hak-hak binatang, PETA, melakukan investigasi di berbagai tempat dan mengungkapkan kejamnya sirkus dalam melatih gajah.  Anak-anak gajah tersebut biasanya dipisahkan dari ibunya pada umur 21 bulan.  Padahal di alam bebas, anak gajah laki-laki akan pisah dengan ibunya sampai remaja dan anak perempuan akan ikut dengan ibunya seumur hidup.

Kita mungkin berfikir bahwa gajah tidak punya perasaan.  Sebenarnya gajah adalah mahluk cerdas yang sangat sensitif.  Pernah dengarkah cerita mengenai seekor anak gajah yang menangis selama lima jam karena ditolak oleh ibunya?  Seekor bayi gajah di Cina bernama Zhuangzhuang menangis tiada henti karena ibunya yang mengalami baby blues menendang dan menolaknya setelah lahir.  Para pengasuh gajah awalnya mengira kejadian itu adalah kecelakaan. Zhuangzhuang kemudian dimandikan, dibersihkan, diobati lukanya dan kemudian diberikan kembali ke ibunya.  Tetapi sang ibu tetap menolak dan menginjaknya sampai kemudian si kecil ini menangis.  Para petugas kemudian menenangkan Zhuangzhuang dengan memeluknya sampai ia berhenti menangis.

Si kecil Zhuangzhuang yang menangis selama lima jam karena ditolak ibunya (source: huffingtonpost)
Si kecil Zhuangzhuang yang menangis selama lima jam karena ditolak ibunya (source: huffingtonpost)

Jadi siapa bilang gajah tidak punya perasaan?  Setelah dipisahkan dari ibunya, investigasi dari PETA memperlihatkan bagaimana anak gajah tersebut ditali, dilatih dengan menggunakan tongkat panjang yang memiliki ujung tajam serta disetrum.  Tongkat ini juga yang digunakan pelatih-pelatih ketika saya menonton atraksi gajah di Pattaya.  Selebihnya mengenai bagaimana sirkus melatih gajah dapat dilihat di website PETA.

Karenanya saat ini banyak sekali tempat-tempat tujuan wisata yang mengubah cara manusia berinteraksi dengan gajah.  Beberapa organisasi yakin bahwa gajah sebagai hewan langka haruslah dilindungi dengan tidak ditunggangi.  Mereka melakukan beberapa cara gajah berinteraksi dengan manusia seperti main air bersama.  Salah satunya dapat dilihat di Kanchanaburi Thailand, Baan Chang Elephant Park, Elephant Nature Park di Chiang Mai serta Boon Lott’s Elehant Sanctuary di Sukhothai, Thailand Utara. 

Atraksi gajah, yay atau nay, itu adalah pilihanmu sekarang.  Dengan tidak menonton sirkus dan memilih interaksi gajah di tempat-tempat seperti yang disebutkan di atas, maka kita membantu untuk mengurangi penyiksaan terhadap gajah.  Sekarang, semuanya adalah pilihan kita.

Kasus Penyiksaan Gajah

Beberapa kasus penyiksaan gajah untuk kepentingan hiburan manusia dapat dibaca disini:

Si Raju yang disiksa dan dirantai selama 50 tahun

Source: dailymail
Source: dailymail

Kisah Raju ini adalah cerita mengenai penyiksaan gajah terbesar.  Raju diselamatkan pada 2014 oleh sebuah organisasi penyelamat binatang di London, Inggris yaitu Wildlife SOS setelah 50 tahun kakinya dirantai agar pemiliknya mendapatkan uang dari turis-turis di India.  Penyelamatannya diiringi rasa emosional dari tim yang melihatnya menangis saat ia sudah dikeluarkan dari ikatan di kakinya.  Raju sangat kurus karena hanya makan plastik dan kertas untuk bertahan hidup.  Penyelamatan Raju membutuhkan waktu hampir setahun untuk menunggu keputusan pengadilan yang akhirnya mengharuskan hewan ini dirawat di pusat konservasi.  Raju saat ini dirawat di Pusat Konservasi di Mathura, Uttar Pradesh India dan menjalani diet buah-buahan untuk menambah berat badannya.  Ia juga dikabarkan telah memiliki pacar disana.

Sambo, mati karena kelelahan mengangkut turis

Source: INDEPENDENT
Source: INDEPENDENT

Seekor gajah bernama Sambo terjatuh dan kemudian mati setelah kelelahan membawa turis berkeliling di sekitar Angkor Wat, Siem Reap, Kamboja.  Sambo sudah melakukan pekerjaannya ini sejak 2001 dan terkena penyakit jantung setelah 40 menit membawa membawa turis di tengah teriknya matahari.  Turis yang hari itu melihat langsung kejadian Sambo, menangisi kematiannya yang tragis.

Yani, gajah Bandung yang mati terbengkalai

Source: Kompas.com
Source: Kompas.com

Masih ingatkah kita semua cerita tentang Gajah Yani yang dibiarkan mati sekarat di Kebun Binatang Bandung?  Yani, gajah berusia 34 tahun itu diduga terkena bakteri dari pakan yang diberikan padanya oleh pengelola kebun binatang yang menyebabkan radang paru-paru.  Gajah Sumatera ini sempat lumpuh selama seminggu sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.  Selama seminggu terbaring di atas jerami, kulit Yani pun mengelupas.  Sampai saat ini, belum terdengar kelanjutan dan upaya perbaikan dari kasus gajah Yani.

Lakhi, dibuat buta dan disiksa untuk mengemis

Source: boredpanda
Source: boredpanda

Lakhi, gajah di India ini dipaksa oleh tuannya untuk menjadi pengemis.  Matanya dibuat menjadi buta agar pengunjung di kuil-kuil di India kasihan dan memberi Lakhi uang.  Karena buta, Lakhi sering mengalami kecelakaan yang menyebabkan banyaknya luka di tubuhnya Lakhi jarang diberi makanan yang layak, sehingga badannya kurus.   Kedua kaki Lakhi bengkak karena belenggu logam rantai dan selalu berjalan di atas aspal panas.   Lakhi juga diselamatkan oleh organisasi Wildlife SOS dan saat ini hidup bersama Raju di pusat konservasi.  (bungakrisan)

Share
Chrysanthi Tarigan

About Chrysanthi Tarigan

bungakrisan comes from my name Chrysanthi or Chrysanthemum, meaning Chrysanthemum flower. My dad who passed away in 1999 gave me the name because he wanted me to grow like the flower. Chrysanthemum is very useful for human life because it can be medicine, tea or even for decoration. That's probably what my daddy wanted me to be. When I was kid, he looked at me and told me that he wanted me to be a writer which something I did not know how to do it. I created this blog to honor my daddy...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *